Benahi Data dari Desa, Pemkab Sumenep Dorong Perencanaan Lebih Tepat Sasaran Lewat Program Desa Cantik 2026

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, saat menghadiri sosialisasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. (Ist/wartazone.com)

FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, saat menghadiri sosialisasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menempatkan pembenahan tata kelola data desa sebagai salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mengelola data secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada kondisi riil di lapangan.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyampaikan, validitas data menjadi fondasi penting dalam proses pembangunan. Menurutnya, tanpa dukungan data yang akurat, berbagai program berisiko tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah membutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan agar kebijakan yang disusun tidak meleset dari sasaran. Dengan data yang baik, proses evaluasi juga bisa dilakukan secara objektif,” ujarnya saat peluncuran program tersebut, Selasa (21/4/2026).

Ia mengakui, hingga kini masih terdapat sejumlah desa yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan data. Kendala tersebut antara lain keterbatasan kemampuan sumber daya manusia serta belum optimalnya pemanfaatan sistem pendukung.

Melalui Desa Cantik, pemerintah daerah berupaya memberikan pendampingan sekaligus peningkatan kompetensi bagi perangkat desa. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian desa dalam mengelola data, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya data dalam pengambilan keputusan.

“Data seharusnya tidak hanya dipandang sebagai angka, tetapi menjadi acuan dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Imam Hasyim.

Dengan penguatan tersebut, Pemkab Sumenep menargetkan desa-desa mampu menyusun program pembangunan yang lebih terukur, efektif, serta selaras dengan kebutuhan warga.

Selain itu, pengelolaan data yang baik juga diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintahan desa. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment