SUMENEP, (WARTA ZONE) – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus melakukan pembenahan internal sebagai bagian dari persiapan penerapan rumah sakit berbasis kompetensi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan RI sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih bermutu.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan transformasi tersebut difokuskan pada penguatan kualitas layanan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana pendukung. Rumah sakit secara bertahap meningkatkan kompetensi tenaga medis, melengkapi fasilitas, serta memperbarui alat kesehatan agar sesuai dengan standar layanan berbasis kompetensi.
“Penerapan rumah sakit berbasis kompetensi bukan hanya soal regulasi, tetapi bagaimana memastikan setiap layanan ditangani tenaga profesional sesuai keahliannya, didukung peralatan yang memadai,” ujar dr. Erliyati, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, konsep rumah sakit berbasis kompetensi menempatkan kualitas layanan sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, RSUD dr. H. Moh. Anwar memperkuat layanan spesialis dan subspesialis agar mampu menjalankan fungsi sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Madura.
Selain penguatan tenaga medis, manajemen rumah sakit juga memfokuskan perhatian pada optimalisasi unit layanan unggulan, termasuk peningkatan mutu pelayanan bedah serta layanan penunjang lainnya.
Upaya ini diharapkan mampu memperluas cakupan layanan yang dapat ditangani di tingkat daerah.
Dengan penguatan tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar menargetkan dapat mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah. Masyarakat Sumenep diharapkan memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Transformasi ini kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Harapannya, pada 2026 RSUD dr. H. Moh. Anwar benar-benar siap sebagai rumah sakit berbasis kompetensi yang memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)


Comment