Reses di Sumenep, Said Abdullah Dorong Penguatan Ekonomi Warga Pangarangan

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah saat kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).

FOTO: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah saat kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Masa reses DPR RI dimanfaatkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah, untuk mendekatkan fungsi legislasi dengan kebutuhan riil masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).

Dalam pertemuan bersama warga, Said Abdullah menampung berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bantuan tersebut diarahkan sebagai upaya mendorong keberlanjutan usaha kecil yang masih menghadapi tekanan pascapandemi dan fluktuasi ekonomi.

Said menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa. Karena itu, dukungan terhadap sektor ini dinilai perlu terus diperkuat agar mampu bertahan dan berkembang.

“Kita ingin usaha-usaha kecil ini tetap hidup dan bisa menopang ekonomi keluarga. Mudah-mudahan bantuan ini memberi tambahan semangat bagi para pelaku usaha,” ujar Said di hadapan warga.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu juga mengakui bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata. Menurutnya, daya beli masyarakat masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.

Selain sektor ekonomi, Said Abdullah turut memberikan perhatian pada aspek sosial-keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan kepada pengurus musala di Desa Pangarangan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kohesi sosial masyarakat.

“Pengurus musala punya kontribusi besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga. Mereka bekerja dengan keikhlasan, meski sering kali tidak terlihat,” ungkapnya.

Kegiatan reses tersebut ditutup dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih dinamis. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment