Naik Kelas Jadi RS Tipe B, RSUD Sumenep Kantongi Akreditasi Paripurna Bintang Lima

0 Komentar
Reporter : Panji Agira

Foto: Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes. (Panji Agira for wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencatatkan kemajuan signifikan dalam peningkatan mutu layanan kesehatan daerah setelah berhasil meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima sekaligus naik status menjadi rumah sakit tipe B. Capaian ini menandai penguatan peran RSUD Sumenep sebagai fasilitas rujukan utama di wilayah Madura.

Akreditasi tertinggi tersebut diraih melalui serangkaian pembenahan sistem pelayanan yang menitikberatkan pada keselamatan pasien, efektivitas layanan, serta pemanfaatan teknologi informasi secara terintegrasi.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, menyampaikan bahwa akreditasi paripurna bukan sekadar penilaian administratif, melainkan hasil dari perubahan pola kerja dan budaya pelayanan di lingkungan rumah sakit.

“Capaian ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus menjaga standar pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, dan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar dokter Erliyati, Senin (9 Februari 2026).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang telah terintegrasi di seluruh unit layanan, mulai dari pendaftaran, pelayanan poliklinik, laboratorium, hingga instalasi farmasi. Integrasi tersebut mendorong proses pelayanan yang lebih cepat dan efisien, sekaligus mendukung kinerja tenaga kesehatan.

Bagi pasien, transformasi digital memberikan kemudahan akses layanan. Sistem pendaftaran daring dan antrean terintegrasi membantu mengurangi waktu tunggu serta menciptakan layanan yang lebih tertib dan transparan.

Selain itu, penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) melalui aplikasi Meditrack memungkinkan tenaga medis mengakses data pasien secara aman dan akurat. Ketersediaan data medis yang komprehensif dinilai berperan penting dalam mendukung ketepatan pengambilan keputusan klinis.

“Pemanfaatan teknologi informasi membuat koordinasi antarunit semakin efektif dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih optimal. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” tutup dokter Erli. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment