Mahasiswa KKN UTM Percantik Pantai Matahari Lobuk, Dorong Wisata Bersih dan UMKM Berbasis Digital

0 Komentar
Reporter : Rudi Hartono
FOTO: Mahasiswa KKN Kelompok 43 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat melaksanakan agenda bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)

FOTO: Mahasiswa KKN Kelompok 43 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saat melaksanakan agenda bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan serangkaian program pemberdayaan di kawasan Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Melalui tema “Wisata Bersih hingga UMKM Go Digital”, mahasiswa berupaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan empat program utama, yakni gerakan wisata bersih, pembangunan spot foto ikonik, penataan taman sebagai ruang terbuka hijau, serta pendampingan digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus adalah gerakan bersih-bersih pantai yang dilaksanakan secara rutin dua kali setiap pekan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir.

Koordinator Desa KKN Kelompok 43 UTM M. Ryan Ardiansyah mengatakan, program tersebut dirancang untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih bersih dan nyaman sehingga mampu memberikan pengalaman positif bagi wisatawan.

“Seluruh program kami susun berdasarkan potensi dan kebutuhan Pantai Matahari. Harapannya, kolaborasi dengan pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan meski masa KKN telah selesai,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, mahasiswa juga menghadirkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Salah satunya melalui pemasangan convex mirror yang difungsikan sebagai spot swafoto.

Tak hanya itu, mahasiswa bersama pengelola Pantai Matahari dan Pokdarwis juga tengah mengembangkan spot foto bertema kapal bajak laut yang diproyeksikan menjadi ikon baru kawasan wisata tersebut.

“Untuk ikon bertema kapal bajak laut sedang kami garap, tidak lama lagi pasti sudah bisa dimanfaatkan para pengunjung,” imbuhnya.

Di bidang pelestarian lingkungan, mahasiswa juga melakukan penataan taman di area wisata dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep. Ruang terbuka hijau tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi pengunjung.

“Kehadiran ruang hijau ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan wisata pesisir sekaligus mempercantik kawasan Pantai Matahari,” tambah Ryan.

Tidak hanya menyasar sektor pariwisata, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di sekitar Pantai Matahari melalui program digitalisasi usaha. Pendampingan dilakukan dengan membantu proses pembuatan QRIS agar transaksi pembayaran dapat dilakukan secara digital.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah proses transaksi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, serta memperluas daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.

Pengelola Pantai Matahari, Suparyono, menilai kehadiran spot foto baru tersebut menjadi nilai tambah bagi destinasi wisata.

“Spot foto yang dibuat sangat menarik dan menambah estetika kawasan pantai. Kami berharap keberadaannya dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan Pantai Matahari melalui media sosial,” katanya.

Melalui sinergi antara pelestarian lingkungan, pengembangan destinasi wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Mahasiswa KKN Kelompok 43 Universitas Trunojoyo Madura berharap Pantai Matahari semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang bersih, menarik, ramah lingkungan, serta mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Desa Lobuk. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment