Optimis Tekan Angka Stunting, Bupati Jember Bagikan Telur Ayam Kepada 200 KK

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Caption: Penyaluran bantuan telur ayam kepada masyarakat Desa Patemon, Kecamatan Sumbersari, Jumat (24/11/2023).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), melakukan penyaluran bantuan telur kepada 200 Kepala Keluarga (KK).

Yakni dengan tujuan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Jember semakin rendah. Diketahui, penyaluran bantuan tersebut, berada di Balai Deda Patemon Kecamatan Pakusari, Jumat (24/11/2023).

“Perlu kita ketahui, di Kabupaten Jember masih 6,7 persen masalah prolem tumbuh kembang stunting. Tentunya harus kita tekan supaya angka itu terus menurun,” ucap Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai gelaran penyaluran bantuan.

Baca Juga:  613 ASN di Jember Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

Sehingga, lanjut Hendy, diharapkan tahun 2024 mendatang angka stunting di Kabupaten Jember semakin menurun.

“Ditahun 2024 nanti angka stunting harus 1 persen!. Tentunya dari sekarang ini semua OPD harus melakukan penyaluran program untuk mencegah stunting,” katanya.

Hendy menjelaskan, ada 200 KK yang mendapatkan bantuan telur ayam dari Pemkab Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

“Harapannya telur ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk saat ini ada 200 KK mendapat bantuan telur, dan kita bagi di 3 desa. Program pembagian telur ini berkesinambungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Pelantikan IAI Jember, Bupati Hendy Beri Motivasi Para Apoteker

Namun demikian, kata Hendy, penyaluran bantuan telur ayam itu, setiap KK mendapatkan 12 Kg.

“Tapi, tidak diberikan langsung, jadi masing-masing mendapatkan 4 Kg telur ayam setiap pertemuan sebanyak tiga kali.

Lebih lanjut ia menyampaikan, alasan dipilihnya penyaluran bantuan telur ayam karena dirasa bisa mempercepat penekanan angka stunting.

“Telur merupakan salah satu protein hewani yang memang cocok dengan program penurunan stunting ini,” ujarnya.

“Untuk daerah desa dan kecamatan yang tidak kebagian dengan adanya penyaluran bantuan telur ayam ini, nantinya ada program lain. Seperti pembagian gizi, misalnya dari DP3AKB dan Dinkes setempat untuk memberikan program-program sendiri,” imbuhnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment