DPRD Sumenep Dorong Pemkab Perketat Pengawasan Harga dan Distribusi Sembako di Bulan Ramadan

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri. (Humas dan Protokol DPRD Sumenep/wartazone.com)

FOTO: Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri. (Humas dan Protokol DPRD Sumenep/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – DPRD Kabupaten Sumenep meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok selama bulan Ramadan guna menjaga stabilitas pasar serta melindungi daya beli masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, menyatakan bahwa peningkatan konsumsi selama Ramadan merupakan pola tahunan yang seharusnya telah diantisipasi melalui langkah terukur, baik dari sisi pasokan maupun pengendalian harga.

Menurutnya, ketersediaan stok di gudang belum tentu berdampak langsung pada keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Karena itu, ia menilai pengawasan harga di pasar tradisional maupun ritel perlu dilakukan secara berkala.

“Pemerintah perlu memastikan harga tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan, apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu segera melakukan intervensi sesuai kewenangan, termasuk koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha.

Selain pengendalian harga, DPRD juga mendorong penguatan pengawasan rantai distribusi untuk mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan semu. Pengawasan intensif dinilai penting terutama di wilayah pinggiran dan daerah yang akses distribusinya terbatas.

Sebagai langkah antisipatif, DPRD mengusulkan agar pemerintah daerah menggencarkan operasi pasar dan program pasar murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

DPRD menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan efektif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani gejolak harga kebutuhan pokok. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment