Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Sumenep Hadirkan Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba, RSUD Moh Anwar Siapkan Sarana dan Tim Medis

×

Sumenep Hadirkan Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba, RSUD Moh Anwar Siapkan Sarana dan Tim Medis

Sebarkan artikel ini
Sumenep Hadirkan Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba, RSUD Moh Anwar Siapkan Sarana dan Tim Medis
Foto: Peresmian Balai Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba di RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat meresmikan balai rehabilitasi penyalahguna narkoba, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar.

Langkah tersebut diambil sebagai terobosan baru yang humanis untuk memberikan penyembuhan terhadap para korban penyalahguna narkotika di Kabupaten Sumenep.

Example 300x600

Tercatat, data Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada tahun 2021 ada 310 narapidana narkoba yang kesemuanya dijatuhi hukuman berkisar 6-8 tahun. Sementara tahun 2022 dari Januari-Juni mencapai 140 perkara.

“Dari tingginya penyalahguna narkoba di Sumenep, perlu ada langkah serius untuk menanganinya. Kami hadirkan balai rehabilitasi bekerjasama dengan Pemerintah Daerah yang ditempatkan di RSUD Moh Anwar,” kata Kepala Kejari Sumenep, Trimo. Jumat, 1 Juni 2022.

Rerata kasus yang masuk, lanjut Trimo, adalah korban penyalahgunaan narkotika dan pecandu yang pada dasarnya perlu penanganan khusus untuk menyembuhkan.

“Lewat balai rehabilitasi ini, kami melakukan pendekatan hukum restorative justice, tidak akan kami bawa ke pengadilan, tapi direhabilitasi, mereka akan kami obati,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep dr. Erliyati menyampaikan, langkah rehabilitasi para pecandu narkoba dilakukan atas kerjasama Pemerintah Daerah dengan Kejaksaan Negeri.

“Fasilitas sudah kami siapkan. Ada 4 ruangan, setiap ruang bisa digunakan untuk merehabilitasi 2 orang. Ada sekitar 10 petugas, terdiri dari perawat, dokter spesialis termasuk dokter spesialis jiwa,” ujarnya.

Sebagai tahapan, para penyalahguna dan pecandu narkoba akan dilakukan rehabilitasi sekitar satu bulan.

“Tahap awal yaitu detoksifikasi, gejala yang muncul apa akan dilakukan detoks selama 2 minggu, terapi lain akan dilakukan juga, termasuk konseling dan psikoterapi. 1 pasien kami butuh 1 bulan penanganan,” kata dr. Utomo, menambahkan.

Lebih lanjut dokter penanggungjawab balai rehabilitasi narkoba di RSUD Moh Anwar ini menjelaskan, setelah selesai direhabilitasi, juga ada penanganan lanjutan.

“Setelah 1 bulan ada kontrol rutin, sekaligus after care,” sebutnya, dan yang terpenting, penanganan rehabilitasi pecandu ini tidak ada biaya alias gratis.

“Tidak ada biaya, semua ditanggung pemerintah,” tukasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Fauzi As. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Ketika Nasib Petani Dijadikan Meja Taruhan
Tempo adalah media besar. Namanya panjang, reputasinya dibangun selama puluhan tahun, dan salah satu kekuatan yang selalu dilekatkan kepadanya adalah keberanian melakukan investigasi.

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nasional

Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tim mahasiswa UTM menciptakan VACSAFE, perangkat pendingin makanan yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu pangan setelah proses memasak hingga sebelum makanan didistribusikan.