Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiGaya HidupHeadlinePendidikan

Edukasi Keuangan Jelang Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Bagikan Cara Atur THR Secara Proporsional

×

Edukasi Keuangan Jelang Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Bagikan Cara Atur THR Secara Proporsional

Sebarkan artikel ini
FOTO: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.
FOTO: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). Melalui kampanye literasi keuangan, masyarakat diajak membagi THR secara proporsional agar tidak habis dalam waktu singkat.

Dalam materi edukasi yang disampaikan, pengelolaan THR disarankan dibagi ke dalam beberapa pos utama, yakni 40 persen untuk kebutuhan Lebaran, 30 persen untuk tabungan, 20 persen untuk sedekah atau infak, serta 10 persen untuk self reward.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyampaikan, pengelolaan THR secara bijak sangat penting agar keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

“THR itu bukan untuk dihabiskan, tetapi untuk dikelola dengan bijak. Dengan pembagian yang tepat, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan Lebaran sekaligus menjaga kondisi finansial setelahnya,” ujar Hairil Fajar.

Ia menjelaskan, alokasi terbesar memang diarahkan untuk kebutuhan Lebaran, seperti konsumsi, pakaian, dan keperluan keluarga. Namun, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melupakan pentingnya menabung.

“Menabung minimal 30 persen dari THR menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan keuangan. Ini bisa menjadi dana darurat atau kebutuhan di masa mendatang,” tambahnya.

Selain itu, Fajar juga menekankan nilai sosial dalam pengelolaan THR melalui sedekah atau infak. Menurutnya, momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk berbagi kepada sesama.

“Kami mendorong masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya untuk sedekah. Selain membawa keberkahan, ini juga membantu mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, porsi self reward tetap diperbolehkan sebagai bentuk apresiasi diri, namun dengan porsi yang terbatas agar tidak mengganggu keseimbangan keuangan.

Melalui edukasi ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perencanaan keuangan, khususnya dalam mengelola pendapatan tambahan seperti THR, sehingga tidak menimbulkan masalah finansial pasca-Lebaran. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.