Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
PemerintahanWisata

Bupati Sumenep Sukses Tingkatkan Kunjungan Wisata Pasca Covid

×

Bupati Sumenep Sukses Tingkatkan Kunjungan Wisata Pasca Covid

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo.
Foto: Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Covid yang melanda Nusantara, berpengaruh kepada kondisi pariwisata secara nasional, termasuk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan, keberadaan pariwisata sempat mengalami kelesuan karena pengunjung merasa khawatir untuk ke destinasi wisata tersebut. Itu terjadi di tahun 2021 lalu.

Bahkan, saat itu wisatawan yang datang ke kota Sumekar itu hanya 248.158. Tentu sangat miris. Namun, di tahun-tahun berikutnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan berbagai cara agar pariwisata kembali bangkit, sehingga geliat ekonomi masyarakat semakin tumbuh dan berkembang.

Pemerintah terus berupaya melakukan terobosan agar pariwisata terus tumbuh. Salah satu yang dilakukan, memaksimalkan kalender event, di mana dianggap mampu untuk memberikan ruang peningkatan pengunjung destinasi wisata. Ternyata hal tersebut membuahkan hasil, yakni kunjungan wisata di Sumenep mengalami peningkatan tajam, yakni sekitar 1.388.922 di tahun 2023.

Dengan begitu, sektor wisata sebagai lokomotif pembangunan terus ditekan agar trend kunjungan terus naik. Sehingga, pagelaran kalender of event juga digalakkan. Di tahun 2024 ini, ada 104 even dan di tahun 2025 mendatang direncanakan sampai 110 kegiatan yang dinilai mampu memberikan terobosan dalam peningkatan kunjungan wisata.

Kebijakan tersebut membawa Bupati Achmad Fauzi menerima Penghargaan atas dedikasi dan komitmen dalam mendukung program pengembang desa wisata tahun 2022 yang diberikan oleh Kementerian Desa dan PDT RI di Jakarta tanggal 23 juni 2022. Selain itu juga Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang diberikan oleh kemenparekraf RI, 24 Mei 2022.

“Pariwisata itu adalah lokomotif pembangunan, maka menjadi atensi kami selama memimpin. Alhamdulillah, kunjungan terus mengalami kenaikan siginifikan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Dia menuturkan, keberadaan wisata yang terus tumbuh juga berdampak. Utamanya, dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. “Itu juga mempengaruhi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. UMKM bergerak,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota DPRD Sumenep Masdawi sangat mengapresiasi langkah Bupati Sumenep dalam meningkatkan kunjungan wisata. Event yang digelar cukup massif membuat wisatawan datang ke Sumenep.

“Puluhan tahun wisata kita vakum, dan sekarang terus mengalami perkembangan yang cukup tajam,” katanya.

Dengan begitu, sambung dia, keberadaan wisata juga santer terkenal ke luar daerah dengan prestasi yang diraihnya. Itu menandakan jika pariwisata di Sumenep sudah dilirik oleh orang luar, termasuk pemerintah. “Mendapatkan penghargaan itu artinya sudah dilirik oleh pusat,” tuturnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan, komitmen Bupati pada pengembangan wisata memang patut diacungi jempol. Fasilitas berupa infrastruktur dan sarana lainnya terus digalakkan secar perlahan dan bertahap.

“Kami yakin ke depan akan lebih bagus. Apalagi, eventnya terus berkembang,” ucapnya.

Kebijakan Bupati, menurut Masdawi, perlu didukung karena mampu menggerakkan ekonomi lewat UMKM itu. Sehingga, mampu memberikan sokongan pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten ujung Timur Pulau Madura itu.

“Mari dukung kebijakan bupati dalam pengembangan pariwisata,” tukasnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.