Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisPertanian

Perusahaan Rokok Lokal Sumbang Tingginya Harga Tembakau di Sumenep

×

Perusahaan Rokok Lokal Sumbang Tingginya Harga Tembakau di Sumenep

Sebarkan artikel ini
FOTO: Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep bersama Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, saat meninjau kondisi tembakau usai acara monitoring, beberapa waktu lalu. (Panji Agira/wartazone.com)
FOTO: Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep bersama Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, saat meninjau kondisi tembakau usai acara monitoring, beberapa waktu lalu. (Panji Agira/wartazone.com)
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Keberadaan sejumlah perusahan rokok lokal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur turut memberikan dampak positif terhadap harga tembakau milik petani, dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan industri rokok lokal di Kabupaten Sumenep membawa angin segar bagi petani tembakau dan buruh pabrik. Dengan meningkatnya luas lahan tembakau serta kenaikan harga jual, sektor ini semakin menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Example 300x600

Seperti disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, ia menyebut bahwa luas lahan tembakau yang ditanam petani pada tahun 2024 mencapai hampir 16 ribu hektare, meningkat dari 14 ribu hektare pada tahun sebelumnya.

“Saat ini, petani semakin bersemangat menanam tembakau karena permintaan dari industri rokok lokal cukup tinggi. Hal ini berdampak positif terhadap kesejahteraan mereka,” ujarnya, Senin (17 Februari 2025).

Seiring dengan meningkatnya produksi tembakau, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menetapkan kenaikan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) untuk tahun 2024 melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 188/252/Kep/435.013/2024.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Kadisperindag) Sumenep, Moh. Ramli, menurutnya, kenaikan harga tersebut lebih menguntungkan petani dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut rincian kenaikan harga tembakau:

– Tembakau Gunung: Rp66.983 per kilogram (naik 17,14% dari Rp55.500 di tahun 2023)

– Tembakau Tegal: Rp61.604 per kilogram (naik 23,71% dari Rp47.000 di tahun 2023)

– Tembakau Sawah: Rp46.142 per kilogram (naik 13,31% dari Rp40.000 di tahun 2023)

“Kenaikan harga ini memberikan kepastian kepada petani dalam menjual hasil panennya. Dengan harga yang lebih baik, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak,” tambahnya.

Selain itu, perkembangan industri rokok lokal juga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi buruh di sektor pengolahan tembakau. Petani pun merasakan dampak positif dari kebijakan ini.

Abdul Hadi, seorang petani tembakau dari Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, mengaku merasa sangat terbantu dengan kenaikan harga tembakau.

“Dulu, kami sering khawatir dengan fluktuasi harga, namun kini, dengan adanya TIHT yang baru, pendapatan kami menjadi lebih stabil. Ini memungkinkan kami untuk merencanakan masa depan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, industri rokok lokal juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Banyak warga Sumenep yang sebelumnya bekerja serabutan kini mendapatkan pekerjaan tetap di pabrik pengolahan rokok, sehingga pendapatan mereka meningkat.

“Perubahan ini tidak hanya menguntungkan petani, tapi juga buruh pabrik. Kami optimis dengan masa depan industri rokok lokal yang semakin berkembang,” tambah Fatmawati, salah satu pekerja pabrik rokok lokal.

Dengan perkembangan yang pesat ini, para petani dan buruh berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar industri rokok lokal di Sumenep semakin maju dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.