Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisEkonomi

Penasehat Paguyuban Rokok Sumenep Aba HM Ajak Bea Cukai Lakukan Pembinaan Berkelanjutan

×

Penasehat Paguyuban Rokok Sumenep Aba HM Ajak Bea Cukai Lakukan Pembinaan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Penasehat Paguyuban Perusahaan Rokok (PR) Sumenep, H. Mukmin, saat menyampaikan sambutan di acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Pimpinan Asosiasi Media (For-PAM) Kabupaten Sumenep, di pendopo keraton Sumenep. Kamis, 17 Juli 2025.
FOTO: Penasehat Paguyuban Perusahaan Rokok (PR) Sumenep, H. Mukmin, saat menyampaikan sambutan di acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Pimpinan Asosiasi Media (For-PAM) Kabupaten Sumenep, di pendopo keraton Sumenep. Kamis, 17 Juli 2025.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Upaya mendorong kemajuan industri rokok lokal di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat perhatian serius dari para pelaku usaha. Penasehat Paguyuban Perusahaan Rokok (PR) Sumenep, H. Mukmin, mengajak Bea Cukai untuk terus bersinergi melakukan pembinaan terhadap industri rokok, khususnya pelaku usaha pemula.

Menurut Aba HM, sapaan akrab H. Mukmin, peran Bea Cukai sangat penting dalam membantu pertumbuhan perusahaan-perusahaan rokok di Sumenep, mengingat sebagian besar dari mereka masih tergolong baru dan membutuhkan pendampingan.

Example 300x600

“Kami berharap kepada Bea Cukai untuk senantiasa melakukan pembinaan. Saran dan masukan sangat kami butuhkan,” ujar H. Mukmin dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Pimpinan Asosiasi Media (For-PAM) Kabupaten Sumenep, Kamis, 17 Juli 2025.

Ia menambahkan, sinergi antara Bea Cukai, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum (APH) sangat diperlukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Yang namanya pemula pasti masih banyak salahnya. Oleh karena itu, sinergi dan pembinaan senantiasa kami nantikan. Apabila ada yang salah, lakukan pembinaan, jangan langsung dibunuh,” tegasnya.

H. Mukmin optimistis, dengan adanya pembinaan yang berkelanjutan, perusahaan rokok lokal di Sumenep bisa tumbuh dan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Kami berkeinginan nantinya perusahaan ini bisa besar seperti Gudang Garam atau Sampoerna,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh anggota paguyuban agar tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Paguyuban, tegasnya, bukan tempat untuk membela pelanggaran, tetapi wadah untuk saling mendukung dalam kerangka hukum.

“Paguyuban ini bukan untuk melindungi kesalahan. Makanya semua perusahaan harus mengikuti semua aturan yang ada,” pungkas tokoh asal Kecamatan Ganding tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Madura, Novian Dermawan menyambut baik terbentuknya paguyuban pengusaha rokok di Kabupaten Sumenep.

Novian mengaku takjub dengan keguyuban antar elemen di Kabupaten Sumenep. Selama dirinya menjabat di beberapa daerah, seperti di Papua, Ambon, Sumatera, Palembang, Medan, Banten hingga pedalaman Kalimantan, baru di Sumenep dapat suguhan kekompakan yang luar biasa.

“Saya lihat, tidak hanya mampu bersinergi, koordinasi, kekeluargaan dari hati sangat luar biasa. Pemda, pengusaha rokok, pers dan tokoh saling support,” sebutnya.

Pihaknya memastikan upaya perbaikan guna mendong tumbuhnya perekonomian masyarakat Sumenep akan menjadi komitmenya.

“Kami akan terus mendorong memajukan produksi PR yang lebih baik,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Novian juga mengapresiasi kekompakan para jurnalis di Kabupaten Sumenep. Para kuli tinta dinilai telah menjadi garda terdepan yang mendorong perbaikan PR di ujung timur Pulau Madura.

“Jurnalis adalah kekuatan luar biasa di jaman sekarang, di luar negeri biaya promosi brand mahal sekali, tapi di Sumenep kegiatan semacam ini langsung di support oleh pers, ini luar biasa,” tandasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.