Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Daerah

Sinergi BPRS dan Pemkab Sumenep, Ketahanan Pangan Jadi Kekuatan Ekonomi Desa

×

Sinergi BPRS dan Pemkab Sumenep, Ketahanan Pangan Jadi Kekuatan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
FOTO: BPRS Bhakti Sumekar menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan.
FOTO: BPRS Bhakti Sumekar menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan ditunjukkan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar. Lembaga keuangan milik daerah ini menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, mengatakan peran bank saat ini tidak hanya sebatas penyalur pembiayaan, namun menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Kami siap berkolaborasi dengan DPMD Sumenep untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai dengan potensi yang dimiliki desa-desa, termasuk wilayah kepulauan,” ujar Fajar dalam keterangannya, Kamis (24/07/2025).

Fajar menegaskan, sinergi antara BPRS Bhakti Sumekar dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep saat ini tengah dikonkretkan melalui koordinasi intensif untuk menyusun mekanisme kerja sama yang efektif dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak masyarakat desa. Kami percaya, dengan sinergi yang tepat, kita bisa mendorong kemandirian ekonomi desa dan memperkuat daya tahan pangan lokal,” tambahnya.

Langkah ini, menurut Fajar, sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata sektor perbankan syariah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di sektor pangan. Ia menyebut, desa-desa di Sumenep memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan, namun selama ini kerap terhambat oleh minimnya dukungan pembiayaan dan akses pasar.

BPRS Bhakti Sumekar menaruh perhatian khusus pada wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan yang menghadapi kendala distribusi logistik dan ketersediaan pangan. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan mencakup fasilitasi pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat desa.

“BPRS Bhakti Sumekar sekali lagi membuktikan bahwa perbankan syariah daerah bisa menjadi motor penggerak pembangunan lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa serta membuka peluang terciptanya kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyukseskan program nasional ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.