Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BisnisEkonomi

Bukan Sekadar Keramaian, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kegiatan Daerah Jadi Penggerak Ekonomi Sumenep

×

Bukan Sekadar Keramaian, BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kegiatan Daerah Jadi Penggerak Ekonomi Sumenep

Sebarkan artikel ini
FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut.

Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan, kegiatan masyarakat dapat menjadi salah satu ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal apabila dikelola secara baik dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Menurut dia, geliat ekonomi tidak selalu lahir dari aktivitas usaha berskala besar. Transaksi yang muncul dari kegiatan masyarakat juga dapat memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“BPRS Bhakti Sumekar ingin terus hadir bersama masyarakat. Setiap kegiatan memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, sehingga kami ingin menjadi bagian dari proses tersebut,” kata Fajar, Senin (14/9/2026).

Ia menilai keberadaan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah. Sebab, sektor tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha baru.

Karena itu, berbagai kegiatan yang berlangsung di daerah dinilai dapat menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha, kreativitas masyarakat, serta peluang ekonomi.

Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam sebuah kegiatan, kata Hairil, semakin terbuka pula peluang munculnya aktivitas ekonomi pendukung, mulai dari perdagangan, kuliner, jasa, hingga produk ekonomi kreatif.

“Semangatnya adalah bagaimana kegiatan masyarakat bisa memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, BPRS Bhakti Sumekar berupaya membangun keterlibatan dengan masyarakat melalui berbagai momentum daerah yang memiliki nilai sosial maupun potensi ekonomi.

Keterlibatan itu sekaligus menjadi ruang untuk membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Harapannya, aktivitas ekonomi yang muncul dari sebuah kegiatan tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Fajar menegaskan, penguatan ekonomi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, komunitas, serta masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.

Bagi BPRS Bhakti Sumekar, peran tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan layanan keuangan, tetapi juga bagaimana lembaga keuangan daerah dapat melihat dan mendukung potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat.

Dengan demikian, berbagai kegiatan daerah di Sumenep diharapkan tidak berhenti pada aspek seremonial. Setiap momentum dapat diarahkan menjadi ruang produktif yang memberikan peluang bagi UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dorongan agar geliat ekonomi lokal Sumenep tumbuh dari berbagai sektor dan melibatkan masyarakat secara lebih luas. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.