Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Parlemen

Reses di Sumenep, Said Abdullah Dorong Penguatan Ekonomi Warga Pangarangan

×

Reses di Sumenep, Said Abdullah Dorong Penguatan Ekonomi Warga Pangarangan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah saat kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).
FOTO: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah saat kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Masa reses DPR RI dimanfaatkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura XI, MH Said Abdullah, untuk mendekatkan fungsi legislasi dengan kebutuhan riil masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan kerja ke Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Sabtu (7/2/2026).

Dalam pertemuan bersama warga, Said Abdullah menampung berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bantuan tersebut diarahkan sebagai upaya mendorong keberlanjutan usaha kecil yang masih menghadapi tekanan pascapandemi dan fluktuasi ekonomi.

Said menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa. Karena itu, dukungan terhadap sektor ini dinilai perlu terus diperkuat agar mampu bertahan dan berkembang.

“Kita ingin usaha-usaha kecil ini tetap hidup dan bisa menopang ekonomi keluarga. Mudah-mudahan bantuan ini memberi tambahan semangat bagi para pelaku usaha,” ujar Said di hadapan warga.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu juga mengakui bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata. Menurutnya, daya beli masyarakat masih menghadapi tantangan, sehingga diperlukan kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.

Selain sektor ekonomi, Said Abdullah turut memberikan perhatian pada aspek sosial-keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan kepada pengurus musala di Desa Pangarangan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga kohesi sosial masyarakat.

“Pengurus musala punya kontribusi besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga. Mereka bekerja dengan keikhlasan, meski sering kali tidak terlihat,” ungkapnya.

Kegiatan reses tersebut ditutup dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah situasi ekonomi yang masih dinamis. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.