Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiPrestasi

Literasi Keuangan Dinilai Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Dapat Apresiasi PWI Sumenep

×

Literasi Keuangan Dinilai Jadi Fondasi Ekonomi Daerah, BPRS Bhakti Sumekar Dapat Apresiasi PWI Sumenep

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, usai menyerahkan piagam hargaan dalam Resepsi Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Panji Agira/wartazone.com)
FOTO: Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, usai menyerahkan piagam hargaan dalam Resepsi Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Panji Agira/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Upaya penguatan literasi keuangan di tingkat daerah dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Resepsi Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di mana BPRS Bhakti Sumekar menerima apresiasi dari PWI Sumenep atas konsistensinya dalam edukasi perbankan kepada publik, Senin (9/2/2026).

PWI Sumenep menilai literasi keuangan bukan sekadar program edukatif, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah. Lembaga keuangan daerah yang aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat dianggap turut memperkuat fondasi ekonomi lokal, khususnya di sektor usaha mikro dan ekonomi rakyat.

Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan berbanding lurus dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, pemahaman terhadap sistem perbankan akan membuka peluang akses pembiayaan yang lebih luas dan mendorong produktivitas ekonomi.

“Literasi keuangan memberi masyarakat kemampuan mengambil keputusan finansial secara rasional. Ini penting agar pelaku UMKM dan sektor informal tidak terjebak pada praktik ekonomi yang merugikan,” ujar Faisal Warid.

Ia menambahkan, tantangan ekonomi digital saat ini menuntut kolaborasi lintas sektor. Media, perbankan, dan pemerintah daerah dinilai perlu berjalan seiring dalam menyampaikan informasi keuangan yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Apresiasi yang diberikan kepada BPRS Bhakti Sumekar, lanjutnya, diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk memperluas gerakan literasi keuangan secara inklusif dan berkelanjutan di Sumenep.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari komitmen lembaganya sebagai bank milik daerah. Ia menegaskan bahwa perbankan memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan masyarakat memahami manfaat dan risiko layanan keuangan yang digunakan.

Menurut Fajar, berbagai program edukasi terus dilakukan, mulai dari sosialisasi langsung ke komunitas, pendampingan pelaku usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital guna mempermudah akses layanan perbankan.

“Transformasi digital yang kami lakukan diarahkan untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus membangun kepercayaan agar layanan perbankan digunakan secara aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia berharap, peningkatan literasi keuangan dapat mendorong masyarakat Sumenep menjadi pelaku ekonomi yang aktif dan adaptif, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara lebih merata.

“Ketika literasi dan inklusi berjalan seimbang, dampaknya tidak hanya pada sektor perbankan, tetapi pada ketahanan ekonomi daerah secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.