Momentum Isra’ Mi’raj di Sumenep, 757 Anak Yatim Terima Santunan Penuh Haru

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Penyaluran santunan kepada 757 anak yatim oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep, saat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (15 Februari 2026).

FOTO: Penyaluran santunan kepada 757 anak yatim oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep, saat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (15 Februari 2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sumenep berlangsung khidmat di Pendopo Keraton Sumenep, Minggu (15 Februari 2026). Momentum keagamaan tersebut dirangkai dengan penyaluran santunan kepada 757 anak yatim oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama BAZNAS itu menempatkan nilai spiritual Isra’ Mi’raj sebagai pengingat pentingnya kepedulian sosial.

Selain tausiyah dan doa bersama, ratusan anak yatim dari berbagai wilayah di Sumenep menerima santunan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab bersama terhadap kesejahteraan mereka.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Isra’ Mi’raj mengajarkan nilai keimanan dan kepedulian. Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, menjelaskan bahwa penyaluran santunan kepada 757 anak yatim pada awal 2026 merupakan bagian dari program rutin lembaganya dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus berbagi.

Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, Pemkab Sumenep dan BAZNAS berharap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial, terutama dalam memperhatikan dan memberdayakan anak-anak yatim di daerah. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment