ISNU Sumenep Konsolidasi Internal saat Buka Bersama, Perkuat Khidmah dan Program Organisasi

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Pengurus PC ISNU Sumenep menggelar buka puasa bersama sebagai ajang memperkuat konsolidasi organisasi, di Aula As Syarqawi, Kantor PCNU Sumenep, Sabtu (7/3/2026).

FOTO: Pengurus PC ISNU Sumenep menggelar buka puasa bersama sebagai ajang memperkuat konsolidasi organisasi, di Aula As Syarqawi, Kantor PCNU Sumenep, Sabtu (7/3/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep memanfaatkan momentum buka puasa bersama sebagai ajang memperkuat konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut digelar di Aula As Syarqawi, Kantor PCNU Sumenep, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PC ISNU Sumenep, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Sumenep, serta sejumlah pengurus PCNU Sumenep.

Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Mohammad Husnan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menyegarkan kembali semangat pengabdian organisasi setelah aktivitas kelembagaan dinilai kurang optimal dalam satu tahun terakhir.

Menurutnya, sebagian anggota ISNU selama ini disibukkan dengan aktivitas profesi masing-masing sehingga diperlukan ruang pertemuan untuk memperkuat kembali kebersamaan dan arah gerak organisasi.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyegarkan semangat berkhidmah sekaligus memastikan program kerja organisasi dapat dijalankan secara terukur dengan indikator yang jelas,” kata Kiai Husnan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PC ISNU Sumenep, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Wakil Ketua Bidang Badan Otonom PCNU Sumenep, KH Abd. Wasid. Selanjutnya, rapat konsolidasi dipimpin oleh Wakil Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Ahmad Khotib.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja yang telah berjalan hingga perencanaan kegiatan organisasi ke depan. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi antara PC ISNU dengan PAC ISNU di tingkat kecamatan.

Dalam tausiyahnya, KH Abd. Wasid menegaskan bahwa ISNU memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya kalangan intelektual Nahdlatul Ulama yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, generasi, dan gender.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran ISNU dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi umat.

“Jumlah sarjana NU saat ini semakin banyak. Karena itu, perlu membuka ruang yang lebih luas bagi kader dan anggota baru, terutama di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai proses kaderisasi dan regenerasi menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan gerak organisasi, terlebih dengan semakin banyaknya sarjana NU yang tersebar hingga wilayah pedesaan.

Dari hasil rapat konsolidasi tersebut, PC ISNU Sumenep merekomendasikan sejumlah agenda kerja. Salah satunya adalah penyelenggaraan Sekolah Intelektual ISNU secara berkala yang direncanakan mulai April 2026.

Program ini akan menghadirkan anggota ISNU sebagai narasumber untuk mempresentasikan hasil penelitian akademik, seperti tesis maupun disertasi.

Selain itu, organisasi juga berencana menyusun database sarjana NU di Kabupaten Sumenep lengkap dengan bidang keahliannya. Data tersebut diharapkan dapat menjadi basis penguatan jejaring intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama.

PC ISNU Sumenep juga akan membentuk forum motivasi berbasis platform digital dan media sosial yang diisi secara bergantian oleh pengurus di tingkat cabang maupun kecamatan. Program lainnya adalah kegiatan turun ke bawah (turba) ke seluruh PAC ISNU di wilayah Sumenep.

Dalam forum tersebut juga mengemuka sejumlah tantangan yang dihadapi organisasi. Secara internal, pengurus menyoroti perlunya penguatan kohesi dan komunikasi antaranggota. Sementara dari sisi eksternal, perubahan sosial budaya masyarakat, dinamika organisasi di lingkungan NU, hingga perkembangan geopolitik global dinilai turut memengaruhi peran dan arah gerak organisasi.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, pengurus PC ISNU Sumenep berharap seluruh kesepakatan yang telah dirumuskan dapat dijalankan secara konsisten, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada umat melalui organisasi. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment