Makna Hari Keris Menurut Dr. Naghfir: Warisan Budaya yang Terus Dijaga di Tengah Perubahan Zaman

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Akademisi sekaligus pemerhati budaya Kabupaten Sumenep, Dr. Naghfir (berkopiah). (Ist/wartazone.com)

FOTO: Akademisi sekaligus pemerhati budaya Kabupaten Sumenep, Dr. Naghfir (berkopiah). (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Peringatan Hari Keris Nasional 2026 kembali menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat akan nilai historis dan budaya dari keris sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia.

Dalam peringatan tersebut, akademisi sekaligus pemerhati budaya, Dr. Naghfir, menekankan bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol identitas yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban Nusantara.

“Keris memiliki makna yang sangat dalam. Ia merepresentasikan kekuatan, kejayaan, sekaligus harapan akan kemakmuran bangsa,” ujar Naghfir dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam keris lahir dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Mulai dari proses pembuatan hingga bentuknya, setiap bagian keris sarat dengan simbol dan pesan moral.

Menurutnya, di tengah arus modernisasi, penting bagi generasi muda untuk tetap mengenal dan melestarikan keris sebagai bagian dari identitas nasional. Upaya pelestarian tidak hanya melalui koleksi atau pameran, tetapi juga melalui edukasi dan penguatan literasi budaya.

“Pelestarian keris harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan dan pengenalan sejak dini agar tidak tergerus zaman,” tambahnya.

Hari Keris Nasional sendiri menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga warisan budaya tak benda.

Selain itu, peringatan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Sejumlah kegiatan seperti pameran, diskusi budaya, hingga pertunjukan seni turut meramaikan peringatan tersebut, sekaligus menjadi ruang interaksi antara pelaku budaya, akademisi, dan masyarakat luas.

Dengan peringatan ini, keris diharapkan tidak hanya dipandang sebagai artefak masa lalu, tetapi juga sebagai simbol hidup yang terus relevan dalam membangun jati diri bangsa di masa kini dan masa depan. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment