Website Desa Harus Aktif, Diskominfo Bondowoso Dorong Peran KIM sebagai Penggerak Informasi

0 Komentar
Reporter : Slamet Wahyudi
FOTO: Diskominfo Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan pembinaan yang menitikberatkan pada pentingnya website desa sebagai sarana informasi publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat. (Ist/wartazone.com)

FOTO: Diskominfo Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan pembinaan yang menitikberatkan pada pentingnya website desa sebagai sarana informasi publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat. (Ist/wartazone.com)

BONDOWOSO, (WARTA ZONE) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso mendorong optimalisasi pengelolaan website desa melalui penguatan peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan yang menitikberatkan pada pentingnya website desa sebagai sarana informasi publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Dalam kegiatan itu, anggota KIM dibekali pemahaman terkait fungsi strategis website desa. Tidak hanya sebagai etalase informasi, tetapi juga sebagai media untuk mempromosikan potensi desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong partisipasi warga.

Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Bondowoso, Harini Pujiati, menegaskan bahwa di era digital, keberadaan website desa menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Website desa merupakan wajah pemerintahan desa di ruang digital. Masyarakat dapat mengakses berbagai informasi, mulai dari program kerja, layanan publik, hingga potensi desa,” ujarnya.

Ia menekankan, peran KIM sangat penting sebagai penggerak literasi informasi di tingkat desa. Karena itu, pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas KIM dalam mengelola serta memperbarui konten website secara berkelanjutan.

“Jangan sampai website desa hanya dibuat, tetapi tidak dikelola. Kontennya harus terus diperbarui agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain sebagai media informasi, website desa juga dinilai efektif sebagai sarana promosi potensi lokal, baik di sektor pariwisata, UMKM, maupun budaya.

Melalui penguatan peran KIM, Diskominfo Bondowoso berharap penyebaran informasi di tingkat desa semakin akurat dan terpercaya, sekaligus mampu menangkal penyebaran hoaks.

“Jika informasi resmi dari desa tersaji dengan baik, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” pungkas Harini. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment