Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Wisata

JMSI dan DLH Sumenep Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Wisata Pantai Matahari

×

JMSI dan DLH Sumenep Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Wisata Pantai Matahari

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Kamis (27 Agustus 2026).
FOTO: Kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep. Kamis (27 Agustus 2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan wisata melalui kegiatan kerja bakti di Spot Pancing Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Kamis (27 Agustus 2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Lobuk, pengelola wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan destinasi wisata merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, mengatakan, kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin mengajak berbagai pihak ikut bergerak agar Pantai Matahari tetap bersih, sehat dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, JMSI juga meminta dukungan DLH Sumenep berupa armada pengangkut sampah, sarana kebersihan serta petugas pendamping. Dukungan itu dinilai penting agar sampah yang telah dikumpulkan dapat segera diangkut dan tidak kembali menumpuk di kawasan wisata.

Panji berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

“Harapan kami, ini tidak berhenti pada satu aksi. Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus terus tumbuh dan menjadi gerakan bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengapresiasi inisiatif JMSI dan Pemerintah Desa Lobuk dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.

Menurut Anwar, kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan lingkungan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

“Insya Allah kegiatan positif seperti bersih-bersih kawasan wisata akan kami dukung. Kami siap mengutus petugas dan menyediakan armada yang dibutuhkan,” tegasnya.

Kolaborasi JMSI, DLH, pemerintah desa, pengelola wisata dan Pokdarwis diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan di kawasan wisata Pantai Matahari secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, kegiatan bersih-bersih kawasan wisata Pantai Matahari di Desa Lobuk tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penanaman mangrove yang akan digelar pada Jumat (28 Agustus 2026) besok. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).