Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Rumah Ambruk di Giliraja, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah?

×

Rumah Ambruk di Giliraja, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah?

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi rumah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang di Desa Banmaleng, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Akibat hujan deras disertai angin kencang, satu rumah di Desa Banmaleng, pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, ambruk. Senin (1 Mei 2023) sore.

Rumah milik Nasab (40) yang dihuni bersama istri dan kedua anak itu kini tidak bisa ditempati karena rusak berat.

Example 300x600

Pantauan media di lokasi, atap rumah jebol, genteng berserakan, hingga dinding bangunan retak di sejumlah sudut, bahkan kondisinya cukup memprihatinkan nyaris roboh.

“Sekitar 80 persen bagian atap bangunan tersebut ambruk menimpa perabotan rumah. Kondisi rumah rusak berat dan tidak dapat dihuni,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Banmaleng Edi Sunaidi, ditemui di lokasi. Kamis (4 Mei 2023).

Sunaidi menceritakan, kejadian tersebut berawal setelah hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (1 Mei 2023) sore lalu.

Saat itu istri Nasab, Umamah sedang mengaji setelah sholat ashar, di dalam kamar ada anaknya yang bernama Hakam sedang tidur tertimpa reruntuhan bangunan.

“Tiba-tiba atap rumahnya ambruk karena kondisi yang sudah tua dan mengakibatkan luka di kepala dan bagian lengan,” sebutnya.

Atas nama pemerintah desa, lanjut Sunaidi, pihaknya menyampaikan terima kasih atas hadirnya tim dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Tagana dan BPBD Kabupaten Sumenep.

“Terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada warga kami yang tengah mengalami musibah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Posko Tagana Kabupaten Sumenep, Atmoyono dikonfirmasi saat penyaluran bantuan menyampaikan, pihaknya bersama tim dari Kabupaten hadir ke Desa Banmaleng Giliraja untuk menyalurkan bantuan, termasuk melakukan pendataan kerusakan.

“Kami menyerahkan bantuan kepada korban rumah roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, rumahnya rusak berat, semoga bermanfaat,” kata Atmoyono.

“Untuk bantuan lain, akan menyusul karena harus dilakukan pendataan dan koordinasi lintas instansi,” imbuhnya.

Informasi yang berkembang di lapangan, korban rumah ambruk dikabarkan belum tersentuh bantuan dari pemerintah, baik Pemerintah Desa, Kabupaten bahkan Pemerintah Pusat. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.