Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BudayaKesenian

Usung Tema Keraton Sumenep, Madura Ethnic Carnival 2026 Resmi Diluncurkan

×

Usung Tema Keraton Sumenep, Madura Ethnic Carnival 2026 Resmi Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Launching Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026, bertepatan dengan pelantikan Pengurus Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) periode 2026–2029, di Aula Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Jumat (31/7/2026).
FOTO: Launching Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026, bertepatan dengan pelantikan Pengurus Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) periode 2026–2029, di Aula Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Jumat (31/7/2026).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 resmi diluncurkan bertepatan dengan pelantikan Pengurus Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) periode 2026–2029 yang berlangsung di Aula Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Jumat (31/7/2026).

Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, MEC tahun ini mengusung tema “Keraton Sumenep” sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah dan budaya Kabupaten Sumenep sekaligus upaya memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Example 300x600

Prosesi peluncuran ditandai dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan Madura Ethnic Carnival sejak pertama kali digelar, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan naskah dukungan oleh sejumlah pihak sebagai simbol komitmen bersama dalam menyukseskan agenda budaya tersebut.

Ketua KJS, M. Hariri, mengatakan, pemilihan tema “Keraton Sumenep” bukan tanpa alasan. Tema tersebut dipilih untuk mengangkat kembali kejayaan sejarah Keraton Sumenep sebagai salah satu ikon budaya Madura yang memiliki nilai historis, arsitektur, seni, dan tradisi yang masih terjaga hingga kini.

“Alhamdulillah, Madura Ethnic Carnival tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Ini merupakan wujud sumbangsih kami bahwa KJS bukan hanya melaksanakan aktivitas sebagai jurnalis saja,” ujar Hariri.

Ia menegaskan, KJS ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan dunia jurnalistik, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan kegiatan sosial.

Menurutnya, Madura Ethnic Carnival telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang mampu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas seni, pelaku UMKM, pelajar, hingga masyarakat umum.

Hariri berharap, penyelenggaraan MEC 2026 dapat semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

Madura Ethnic Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 dengan mengambil lokasi di kawasan depan Labang Mesem, Keraton Sumenep. Melalui tema “Keraton Sumenep”, penyelenggara berharap para peserta dapat menampilkan karya-karya kreatif yang terinspirasi dari kekayaan sejarah, busana, arsitektur, seni, hingga filosofi kehidupan di lingkungan keraton.

Selain menjadi ajang kreativitas, MEC juga diharapkan mampu memperkuat citra Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Madura, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni, komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga serta mempromosikan warisan budaya daerah kepada tingkat nasional maupun internasional. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Penyerahan hadiah kepada para pemenang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 dari kategori pelajar dan umum. (Ist/wartazone.com)
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 resmi menetapkan para pemenang dari kategori pelajar dan umum. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam Keputusan Dewan Juri MEC 2026 Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 tentang Penetapan Pemenang MEC Tahun 2026. Sebanyak 12 peserta ditetapkan sebagai juara, masing-masing enam orang dari kategori pelajar dan enam orang dari kategori umum.

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.