Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Jumlah KPM Turun Dua Persen, Indikator Peningkatan Ekonomi di Jember

×

Jumlah KPM Turun Dua Persen, Indikator Peningkatan Ekonomi di Jember

Sebarkan artikel ini
Foto: Sekda Jember Hadi Sasmito saat melakukan pemantauan penerimaan bantuan pangan KPM Nasional kedua Bulan September di Kantor Bulog Mangli.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Dalam acara pemantauan penerimaan bantuan pangan KPM Nasional kedua Bulan September di Kantor Bulog Mangli. Sekda Jember Hadi Sasmito mengungkapkan penurunan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar 2 persen.

Dimana diketahui saat ini, jumlah KPM di Jember yang berjumlah 217 ribu keluarga. Kini menjadi 211.356 keluarga.

Example 300x600

“Pada tahapan kedua ini (penyaluran bantuan bagi KPM), memang ada penurunan yang artinya hal ini positif. Jadi bisa diartikan hal ini, (masyarakat Jember) ada peningkatan secara ekonomi. Karena dari 217 ribu, sekarang yang dikeluarkan Bulog hanya 211 ribu. Ada penurunan sekitar 2 persen,” kata Hadi saat memberikan pidato sambutan, Senin (11/9/2023).

Dengan adanya hal ini, menurut Hadi, upaya dan progres yang dilakukan oleh Bupati Jember dalam rangka pengentasan kemiskinan. Menunjukkan hasil yang positif.

“Artinya sudah bisa dibuktikan, melalui beberapa bantuan-bantuan kepada jumlah KPM terus mengalami penurunan,” ucapnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk pemberian bantuan ini. Hadi juga mengingatkan untuk perangkat pemerintah di bawah. Harus menyampaikan bantuan lewat program KPM itu secara tepat sasaran.

“Kami mohon penerima manfaat ini agar jika ada problem bisa segera koordinasi dengan Pak Lurah, untuk nantinya bisa koordinasi dengan jajaran di atasnya. Apakah itu Pak Camat, ataupun Pak Kadinsos. Agar jika ada persoalan bisa segera tertangani. Semua dapat saling sinergi dan kolaborasi, juga kepada Pak Lurah agar jangan ambil kebijakan sendiri, agar tidak keluar dari regulasinya,” ujarnya mengingatkan.

“Pak Camat selalu monitoring untuk pemerintah di bawahnya,” sambungnya.

Sementara itu menurut Kepala Bulog Jember Ari Hardiono, untuk bantuan pangan KPM Nasional kedua. Masing-masing KPM menerima bantuan beras seberat 10 Kg. Dengan kualitas beras kategori medium dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

Untuk penyampaian bantuan itu, Bulog Jember membagi menjadi tiga tahapan. Untuk Bulan September, adalah penyaluran tahap kedua.

“Tiap bulan kami menyalurkan sekitar 2.100 ton selama 3 bulan, karena tiap KPM mendapat 10 Kg,” ulasnya.

Disamping bantuan beras cadangan, Bulog juga berupaya menstabilkan harga melalui operasi pasar murah dan menjual beras dengan harga terjangkau.

“Sasaran kami 11 pasar tradisional melalui 42 kios yang berasnya disuplai tiap minggu per kios 2 ton,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Mangli Deni Hadiatullah berkata tentang teknis penyaluran beras bantuan lewat perangkat RT dan RW. Mereka mendistribusikan beras dengan mengacu pada data resmi Dinas Sosial Jember.

“Untuk Kelurahan Mangli berkesempatan penyaluran perdana di tahap II ini. Ada sekitar 523 KPM yang berhak menerima beras bantuan,” ujarnya singkat. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.