Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Rutin Distribusikan Beras ke Pasar, Strategi Pemkab Jember Cegah Inflasi

×

Rutin Distribusikan Beras ke Pasar, Strategi Pemkab Jember Cegah Inflasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Pendistribusian beras di pasar, Rabu (20/9/2023).
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terus berupaya ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) berupa beras aman di masyarkat, hal itu untuk mencegah terjadinya inflasi.

“Untuk harga sejumlah Bapokting di pasar, hari ini cukup stabil. Misalkan ada kenaikan di beberapa bahan pokok, hanya sekitar seribu atau dua ribu saja. Tetapi ada juga beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Yuliana Harimurti, Rabu (20/9/2023).

Example 300x600

Menurut Yuliana, saat ini yang harus diwaspadai terkait kenaikan harga beras. Untuk jenis premium cukup tinggi, tetapi disisi lain menyejahterakan petani.

“Tetapi yang penting, beras medium masih bisa diatasi. Dari Jatim, Jember tidak masuk dalam daftar kabupaten dengan harga beras tinggi,” sambungnya.

Saat ini, Disperindag Jember menggandeng Bulog melakukan operasi pasar.

“Bulog juga sudah mulai menyalurkan beras untuk toko-toko yang ada di pasar. Setiap Minggu, per toko dikirimi beras sebanyak 2 ton,” kata Yuliana.

Untuk kebutuhan tiap toko, kata Yuliana, lebih banyak dari jumlah penyaluran itu. “Tapi ini harus diratakan, jadi dibatasi juga agar merata di seluruh pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan, Disperindag Jember melakukan pemantauan harga beras. Sehingga, nantinya bisa dijual sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Dalam satu pasar, ada enam hingga sepuluh toko yang diberikan beras itu. Bergantung besar kecilnya pasar,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dari hasil rapat sinergi dan kolaborasi mingguan setiap rabo (Si Rambo), Rabu (20/9/2023). Bulog Jember akan menambah jumlah beras yang dikirimkan ke toko. Sehingga nantinya bisa kembali menstabilkan beras medium dengan harga yang terjangkau. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.