SUMENEP, (WARTA ZONE) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Sumenep dalam sepekan terakhir berdampak langsung pada aktivitas pelayaran laut menuju wilayah kepulauan. Akibatnya, puluhan warga terpaksa tertahan dan belum dapat kembali ke kampung halaman mereka.
Sebagian warga kepulauan memilih menunggu di Terminal Pelabuhan Kalianget, sementara lainnya bertahan di sejumlah rumah singgah yang tersedia di Kota Sumenep. Warga asal Pulau Sapeken, misalnya, telah lebih dari sepekan menetap di Rumah Singgah Pulau Sapeken karena akses laut belum memungkinkan untuk dilalui.
Keterbatasan logistik, terutama kebutuhan makanan, mendorong warga melaporkan kondisi mereka kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan logistik.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga Sapeken yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama menunggu pelayaran dibuka kembali.
“Mereka sudah cukup lama berada di rumah singgah dan belum bisa kembali ke pulau akibat cuaca. Karena itu, Baznas segera menyalurkan bantuan makanan,” ujarnya.
Bantuan logistik tersebut diserahkan langsung kepada warga di rumah singgah sebagai bentuk respons cepat atas kondisi darurat yang mereka hadapi. Baznas memastikan pendampingan dan bantuan akan terus diberikan selama cuaca ekstrem masih menghambat aktivitas pelayaran.
“Selama kondisi belum memungkinkan dan kapal belum beroperasi, kebutuhan makanan warga akan tetap kami bantu,” tegas Rahman.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menginstruksikan seluruh jajaran dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk dampak cuaca ekstrem di wilayah perairan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas diharapkan mampu menjaga keselamatan serta menjamin kebutuhan dasar warga kepulauan tetap terpenuhi hingga situasi kembali normal dan pelayaran dapat dibuka dengan aman. (*)


Comment