Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahEkonomiWisata

Cara Cabup Fauzi Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Potensi Pariwisata

×

Cara Cabup Fauzi Kembangkan Ekonomi Kreatif Lewat Potensi Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi dan Dewi Khalifah (Fauzi-Eva) merupakan pasangan pertama yang mendaftar ke KPU setempat.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Salah satu program unggulan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, nomor urut 1, Achmad Fauzi – Nyai Hj. Dewi Khalifah (Fauzi – Nyai Eva) ialah mewujudkan kawasan wisata Madura (Visit Madura) dan pengembangan ekonomi kreatif.

Hal tersebut melihat banyaknya potensi pariwisata di Sumenep yang perlu terus dimaksimalkan sehingga berdampak pada penguatan sektor ekonomi masyarakat.

Example 300x600

Namun, di sisi lain, pengelolaan potensi wisata di kabupaten paling timur Pulau Madura itu tidak boleh sampai ‘merawak rambang‘. Artinya tidak boleh sampai mencerabut nilai-nilai local wisdom.

“Dengan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sebaik-baiknya, diharapkan ke depan mampu menarik wisatawan dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke Sumenep,” harap Cabup Sumenep nomor urut 1, Achmad Fauzi.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pihaknya untuk memaksimalkan potensi wisata Sumenep ke depan, di antaranya mengintegrasikan kawasan pariwisata di Madura; meningkatkan sarana dan prasarana destinasi pariwisata; serta meningkatkan kapasitas para pengelola wisata.

“Selanjutnya ialah perlu ada penguatan jaringan, baik di dalam maupun luar negeri, untuk pengembangan wisata di Sumenep, dan sistem perijinan terpadu pengembangan wisata,” tambahnya.

Sementara untuk pengembangan ekonomi kreatif, Cabup yang didukung banyak kiai kharismatik ini mengaku akan mengembangan secara maksimal industri kecil, kerajinan rumah tangga, inovasi hasil pertanian dan kelautan.

Selanjutnya memaksimalkan wisata kuliner di Sumenep melaui PKL (pedagang kaki lima) dan mendorong wisata berbasis komunitas melalui program pengelola destinasi pariwisata oleh Bumdes, swasta atau kelompok masyarakat.

“Kemudian juga peningkatan event skala nasional dan internasional melalui penampilan potensi seni budaya lokal yang ditunjang dengan promosi yang kuat dengan melibatkan travel agent dan stakeholders lainnya,” paparnya. (jie/bil)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.