Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Lebaran Ketupat Ala Warga Pulau Giliraja di Tengah Pandemi Covid-19

×

Lebaran Ketupat Ala Warga Pulau Giliraja di Tengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
Suasana warga Desa Jate, Pulau Giliraja, saat merayakan lebaran ketupat di tengah pandemi Covid-19.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) — Satu minggu setelah hari raya Idul Fitri, masyarakat muslim Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur merayakan Hari Raya Ketupat. Menurut tradisi, lebaran ketupat biasanya dilaksanakan pada tanggal 8 syawal.

Penyebutan Lebaran ketupat sendiri berbeda di setiap daerah. Khusus Warga Pulau Giliraja, lebih akrab dikenal dengan sebutan Telasan Topak.

Example 300x600

Wakil Ketua Yayasan Al-Arief Jate, Homsi menjelaskan, Sunan Kalijaga merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan lebaran ketupat kepada masyarakat Jawa pada tahun 1600an Masehi melalui hidangan ketupat.

“Lebaran ketupat dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal karena enam hari sebelumnya umat muslim menjalankan ibadah puasa Syawal yakni pada 2 hingga 7 Syawal,” ujarnya.

Lebaran Ketupat, kata Homsi, merupakan makanan yang berbahan beras dibungkus anyaman daun kelapa atau daun pandan. Setelah diisi beras, dikukus hingga matang dan jadilah ketupat.

Meski tergolong sederhana, namun ketupat memiliki makna penting. Dalam bahasa Jawa, ketupat berarti ‘ngaku lepat’ atau mengaku bersalah.

“Ketupat menjadi simbol permintaan maaf bagi masyarakat Jawa, yaitu ketika seseorang berkunjung ke rumah kerabatnya, mereka akan disuguhkan ketupat dan diminta untuk memakannya. Apabila ketupat tersebut dimakan, secara otomatis pintu maaf telah dibuka dan segala salah serta khilaf antar keduanya terhapus,” jelas Homsi.

Ketupat biasanya dihidangkan bersama dengan opor ayam, dihidangkan untuk menyambut kedatangan kerabat, sanak saudara, hingga para tetangga. Namun, ada pula masyarakat yang mengantarkan ketupat ke rumah-rumah kerabat maupun tetangga ditambah dengan Lepet. Seperti halnya di Pulau Giliraja.

Perayaan Lebaran ketupat tahun ini dipastikan tak semeriah dari tahun-tahun sebelumnya karena pandemi Corona (COVID-19). Adanya physical distancing memaksa umat muslim tak bisa leluasa bersilaturahmi.

Yunita Irani salah satu warga mengungkapkan, jika Lebaran Ketupat tahun ini hadir dengan nuasa berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya, dia selalu berkunjung ke rumah mertua, saudara, pun juga rumah tetangga, setelah menggelar do’a bersama di Masjid, maka tahun ini harus rela berdiam diri di rumah.

“Biasanya malam Lebaran ketupat kita ngumpul sama keluarga, bikin ketupat ramai-ramai untuk disantap saat sarapan pagi pada esok harinya. Tapi tahun ini tidak bisa karena kita tidak boleh kemana-mana,” tuturnya.

“Tahun-tahun sebelumnya, kita bagi-bagi lontong ketupat beserta lauknya ke tetangga. Tapi tahun ini harus di rumah saja,” imbuhnya mengakhiri perbincangan. (rif/bil)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Fauzi As. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Ketika Nasib Petani Dijadikan Meja Taruhan
Tempo adalah media besar. Namanya panjang, reputasinya dibangun selama puluhan tahun, dan salah satu kekuatan yang selalu dilekatkan kepadanya adalah keberanian melakukan investigasi.

FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nasional

Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), tim mahasiswa UTM menciptakan VACSAFE, perangkat pendingin makanan yang dirancang untuk membantu mengendalikan suhu pangan setelah proses memasak hingga sebelum makanan didistribusikan.