Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Ekonomi

Pelaku UMKM di Sumenep Ikuti Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal, BBS Dorong UMKM Naik Kelas

×

Pelaku UMKM di Sumenep Ikuti Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal, BBS Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Pelaku UMKM di Sumenep Ikuti Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal, BBS Dorong UMKM Naik Kelas
Foto: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar, saat sambutan dalam Sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Sebagai komitmen bulan inklusi keuangan, Bank BPRS Bhakti Sumekar (BBS) sebagai salah satu BPR di Jawa Timur dipercaya OJK untuk menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 pelaku UMKM, bertujuan memberikan pemahaman prosedur dan pentingnya sertifikasi halal. Termasuk faham atas kehalalan produk mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga penjualan.

“Kami libatkan 50 UMKM se Kabupaten Sumenep binaan BPRS, mereka ini harus naik kelas. Jika sudah punya sertifikasi halal tentu jangkauan penjualannya akan lebih luas,” kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar. Selasa (20 Desember 2022).

Fajar berharap, nantinya seluruh UMKM industri makan dan minuman di Kota Keris harus bersertifikasi halal.

“Dengan demikian dipastikan akan meningkat penjualannya,” imbuh mantan Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar ini.

Untuk narasumber yang mengisi Sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kabupaten Sumenep, mereka dari ITS. “Di sana kan sudah ada laboratorium halalnya. Kami juga akan kerjasamakan dengan halal hub Sumenep,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 dan Manajemen Strategis Kantor Regional 4 OJK Jawa Timur Dedy Patria mengatakan, lewat sosialisasi dan Pendampingan Pengurusan Sertifikasi Halal bagi UMKM diharapkan dapat meningkatkan produk UMKM.

Termasuk mendorong agar memiliki daya saing yang baik, sehingga sasaran penjualannya pun tidak hanya pasar lokal, pasar internasional akan mudah dituju UMKM Sumenep.

“Potensi UMKM di Sumenep ini banyak sekali, mereka perlu pendampingan agar bisa go Internasional. Salah satunya mereka harus punya sertifikasi halal, mereka akan didampingi para pakar,” sebutnya.

OJK sendiri, lanjut Dedy, selain pengawasan, lembaganya juga sedang konsen melakukan pendampingan terhadap UMKM.

“Kami punya kewajiban untuk literasi, inklusi dan pendampingan UMKM. Nah kebetulan di Sumenep ini kan belum terbentuk TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah), makanya kami bersama-sama menggali potensi yang ada untuk dimasukkan dalam program kerja,” terangnya. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.