Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Ekonomi

Kerajinan Santigi Pagerungan Besar Unjuk Produk di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026

×

Kerajinan Santigi Pagerungan Besar Unjuk Produk di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026

Sebarkan artikel ini
FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)

YOGYAKARTA, (WARTA ZONE) – Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

Keikutsertaan dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan produk UMKM dari wilayah kepulauan kepada pasar yang lebih luas.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di industri hulu migas, KEI menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pembinaan UMKM di sekitar wilayah operasi.

Hingga kini, jumlah UMKM yang mendapat pembinaan KEI mencapai puluhan mitra yang tersebar di dua wilayah operasi perusahaan, yakni Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, mengatakan, kehadiran UMKM binaan KKKS dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka akses pasar.

“Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi,” ujar Anggono.

Sementara itu, Manager Public & Government Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho, menegaskan bahwa pengembangan UMKM di wilayah operasi produksi menjadi salah satu perhatian perusahaan.

“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya.

Menurut Kampoi, pendampingan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi. KEI juga melibatkan tenaga ahli untuk membantu mitra binaan dalam mengembangkan pemasaran produknya.

“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.

Ia berharap kesempatan mengikuti pameran dalam Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM.

“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat, mengatakan, usaha yang dikelolanya kini telah memiliki pelanggan dari berbagai wilayah.

Dalam sebulan, omzet kelompok tersebut mencapai sekitar Rp4 juta. Menurut Hidayat, pesanan terhadap produk kerajinan tetap datang setiap bulan. “Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkapnya.

Beragam produk dihasilkan kelompok tersebut, mulai dari miniatur kapal, miniatur samurai, hingga gelang. Untuk produk tertentu, konsumen bahkan dapat memesan sesuai desain atau bentuk yang diinginkan melalui sistem pre-order.

Sementara untuk gelang, produk tersebut diproduksi untuk menjaga ketersediaan stok. “Tapi untuk gelang, stoknya selalu ready,” jelasnya.

Meski memiliki potensi pasar, Hidayat mengakui pemasaran produk masih menghadapi tantangan, terutama terkait keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan.

Saat ini, pemasaran lebih banyak dilakukan secara langsung atau offline. Kelompok tersebut juga telah mencoba memanfaatkan media sosial Facebook untuk memperkenalkan produk.

“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

UMKM Kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Sebelum mendapatkan pendampingan, masyarakat Pagerungan Besar sebenarnya telah memiliki keterampilan membuat berbagai produk kerajinan.

Namun, keterbatasan peralatan produksi membuat pengembangan usaha berjalan relatif terbatas.
Melihat potensi tersebut, KEI kemudian memberikan dukungan berupa pelatihan, bantuan peralatan produksi, hingga promosi.

Kini usaha tersebut dikelola secara berkelompok dengan enam anggota. “Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” kata Hidayat.

Dalam proses produksinya, anggota kelompok memiliki pembagian tugas. Pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, seperti pembentukan model kerajinan, umumnya dilakukan anggota laki-laki. Sementara anggota perempuan menangani proses penghalusan hingga tahap finishing.

Selain anggota kelompok, sejumlah pelajar juga ikut terlibat dalam kegiatan produksi. “Bahkan anak sekolah juga ada yang ikut kerja,” sebutnya.

Dukungan peralatan dari KEI juga membuat proses produksi menjadi lebih efisien. Saat ini, kelompok tersebut telah menggunakan sejumlah mesin, di antaranya gerinda dan bor.

Untuk bahan baku, Kerajinan Santigi memanfaatkan kayu stigi dan kayu hitam. Menurut Hidayat, kedua jenis kayu tersebut memiliki karakteristik yang mendukung pembuatan berbagai produk kerajinan.

“Kayu bahan produk kerajinan kami menggunakan Kayu Santigi dan Kayu Hitam. Kayu tersebut memiliki pori-pori dan kepadatan yang sangat bagus,” pungkasnya. (*)

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.