Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
PemerintahanPertanian

Sembilan Nelayan Raas Tiba di Bali, Bupati Sumenep Fasilitasi Pemulangan

×

Sembilan Nelayan Raas Tiba di Bali, Bupati Sumenep Fasilitasi Pemulangan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Pemkab Sumenep memfasilitasi kepulangan sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang sebelumnya menghadapi persoalan hukum hingga ditahan oleh otoritas Australia. (Ist/wartazone.com)
FOTO: Pemkab Sumenep memfasilitasi kepulangan sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang sebelumnya menghadapi persoalan hukum hingga ditahan oleh otoritas Australia. (Ist/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memfasilitasi kepulangan sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang sebelumnya menghadapi persoalan hukum hingga ditahan oleh otoritas Australia.

Kesembilan nelayan tersebut tiba di Bali pada Sabtu (24/10/2026). Pemkab Sumenep menyiapkan pendampingan perjalanan agar mereka dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menginstruksikan jajarannya untuk menyambut kedatangan para nelayan di Bali sekaligus membantu proses pemulangan hingga ke Pulau Raas.

“Atas nama pemerintah daerah, kami ingin memastikan para nelayan mendapatkan bantuan dan pendampingan setelah menjalani proses penanganan oleh otoritas Australia,” terangnya.

Pemkab Sumenep mengoordinasikan proses tersebut melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), serta Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Koordinasi itu dilakukan untuk mendukung kelancaran perjalanan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan para nelayan selama perjalanan menuju kampung halaman.

Selain dukungan pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep turut memberikan santunan melalui program Sumenep Peduli. Bantuan berupa uang dan sembako tersebut ditujukan untuk meringankan beban para nelayan yang tengah menghadapi persoalan.

BAZNAS bersama Dinsos P3A juga terlibat dalam upaya pemenuhan kebutuhan mereka selama proses pemulangan.

Keterlibatan lembaga sosial tersebut menjadi bagian dari kerja sama pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada warga yang mengalami kesulitan, termasuk ketika menghadapi persoalan di luar negeri.

Sebelum proses pemulangan dilakukan, penanganan kasus sembilan nelayan itu juga melibatkan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan perwakilan Indonesia di Australia. Hal tersebut diperlukan karena persoalan yang dihadapi berkaitan dengan kewenangan antarnegara.

Setelah tiba di Bali, kesembilan nelayan dijadwalkan melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dari pelabuhan tersebut, mereka akan meneruskan perjalanan menggunakan kapal laut menuju Pulau Raas.

Pemkab Sumenep berharap seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar sehingga para nelayan dapat segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari bersama keluarga.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat nelayan agar memperhatikan batas wilayah perairan dan memahami ketentuan hukum yang berlaku saat melakukan aktivitas penangkapan ikan, terutama di perairan internasional.

Bupati Sumenep berperan, kepatuhan terhadap aturan wilayah perairan menjadi hal penting untuk menghindari persoalan hukum saat melaut di wilayah lintas negara. ***