Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
EkonomiPendidikan

BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah untuk Siswa Lewat BBS Sekolah

×

BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah untuk Siswa Lewat BBS Sekolah

Sebarkan artikel ini
FOTO: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama direktur utama BPRS Bhakti Sumekar dan OJK saat launching BBS sekolah. (Foto: Istimewa)
FOTO: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama direktur utama BPRS Bhakti Sumekar dan OJK saat launching BBS sekolah. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Guna memperkuat literasi keuangan syariah di sekolah, PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda resmi meluncurkan program inovatif bertajuk BBS Sekolah.

Acara peluncuran dikemas dalam bentuk Talk Show Literasi Keuangan Syariah, berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Rabu (23/4/2025).

Program tersebut dirancang untuk memberikan solusi dalam pengelolaan tabungan siswa di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumenep. Peluncuran BBS Sekolah ini disambut positif oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil oleh BPRS Bhakti Sumekar.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi mengungkapkan pentingnya pendidikan literasi keuangan yang dimulai sejak dini, khususnya untuk mengajarkan prinsip-prinsip keuangan syariah kepada generasi muda.

“Literasi keuangan harus dimulai sejak di bangku sekolah, karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan. BPRS Bhakti Sumekar lewat BBS Sekolahnya memiliki peran strategis untuk menanamkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan sesuai dengan syariah,” ujar Bupati Fauzi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi juga mengimbau Dinas Pendidikan untuk mendukung program BBS Sekolah, dengan mendorong lebih banyak sekolah untuk bergabung dalam sistem ini.

“Kami berharap agar sistem tabungan berbasis BBS Sekolah ini bisa diterapkan secara luas di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumenep, sehingga semakin banyak siswa yang merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menjelaskan bahwa peluncuran BBS Sekolah merupakan langkah nyata dalam mengedukasi siswa dan orang tua mengenai pentingnya tabungan agar terkelola dengan baik.

Menurutnya, program BBS Sekolah ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan sistem tabungan yang aman, efisien, dan mudah diakses oleh pelajar. Dalam situasi yang sering kali terjadi pengelolaan tabungan siswa yang rawan masalah, BBS Sekolah hadir dengan solusi sistem yang berbasis teknologi QRIS.

“Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan transparan. Setiap tabungan siswa langsung tercatat dan tersimpan dengan rapi di bank, tanpa ada campur tangan pihak ketiga yang dapat menimbulkan risiko,” kata Fajar.

Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Bupati Sumenep, perwakilan OJK, Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Daerah, dan para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sumenep. Partisipasi aktif para peserta dalam diskusi talk show menunjukkan tingginya minat terhadap literasi keuangan syariah di kalangan pendidikan.

BBS Sekolah ini bertujuan untuk membangun budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar, sekaligus menghindari potensi masalah dalam pengelolaan tabungan yang pernah muncul di beberapa sekolah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan BPRS Bhakti Sumekar, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi keuangan syariah di kalangan generasi muda.

“BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen untuk menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan edukatif di Sumenep. Kami berharap program ini dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.