Ramadan Jadi Momentum Pembinaan Spiritual ASN, Bappeda Sumenep Dorong Integritas dan Etos Kerja Pegawai

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, bersama jajaran, saat menggelar yasinan rutin setiap Jumat serta tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadan 1447 H.

FOTO: Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, bersama jajaran, saat menggelar yasinan rutin setiap Jumat serta tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadan 1447 H.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat pembinaan spiritual aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya.

Melalui kegiatan keagamaan seperti yasinan rutin setiap Jumat serta tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap siang hari, Bappeda berupaya menumbuhkan nilai religius sekaligus memperkuat integritas pegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar rutinitas seremonial Ramadan, tetapi bagian dari upaya membangun karakter ASN yang berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan.

“Ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk memperkuat spiritualitas ASN. Melalui yasinan dan tadarus, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa tugas sebagai aparatur negara juga merupakan bagian dari pengabdian,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Menurut Arif, pembinaan mental dan spiritual pegawai penting untuk menjaga integritas, kedisiplinan, serta semangat kerja dalam menjalankan program pembangunan daerah.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan keagamaan tersebut telah diatur waktunya agar tidak mengganggu tugas utama ASN, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat serta proses perencanaan pembangunan.

“Pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Karena itu kegiatan keagamaan kami laksanakan dengan pengaturan waktu yang tertib agar tidak mengurangi kinerja pegawai,” katanya.

Lebih jauh, Arif berharap kegiatan keagamaan selama Ramadan dapat memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarpegawai di lingkungan Bappeda. Dengan suasana kerja yang harmonis dan religius, diharapkan kinerja organisasi juga semakin optimal.

“Kami ingin Ramadan menjadi momentum memperbaiki diri, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai ASN yang melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment