Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Nasional

Simposium Peradaban NU, Para Kiai Karismatik ‘Ngumpul’ di Pendopo Keraton Sumenep

×

Simposium Peradaban NU, Para Kiai Karismatik ‘Ngumpul’ di Pendopo Keraton Sumenep

Sebarkan artikel ini
Simposium Peradaban NU, Para Kiai Karismatik 'Ngumpul' di Pendopo Keraton Sumenep
Foto: Sejumlah tokoh penting dari kalangan NU saat berada di Pendopo Keraton Sumenep, Madura.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Sejumlah tokoh penting dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di Pendopo Keraton Sumenep, Madura, dalam rangka menghadiri Simposium Peradaban NU yang digelar PWNU Jawa Timur. Sabtu, 5 Maret 2022.

Kehadiran para tokoh utama NU di Pendopo Keraton Sumenep kali ini untuk merayakan hari lahir (Harlah) ke-99, menyongsong usia satu abad, dan meneguhkan komitmen “merawat jagat, membangun peradaban”.

Sejumlah tokoh penting di kalangan NU yang hadir, di antaranya, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Syuriyah PBNU KH. Abd. A’la Basyir, dan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar.

Kemudian sejumlah kiai karismatik NU juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya ialah KHR. Ahmad Azaim Ibrohimy, Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Budayawan KH. D Zawawi Imron juga tampak berada di lokasi.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyambut baik kedatangan para tokoh dan kiai NU di Pendopo Keraton Sumenep. Baginya kehadiran para ulama menjadi kehormatan serta kebanggaan terdiri.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan, pihaknya memang punya komitmen untuk selalu menjalin silaturrahim dengan para ulama dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Sejauh ini kami memang selalu menjaga keharmonisan antara ulama dan umaro. Kami selalu silaturrahim dengan para ulama, khususnya dengan kiai-kiai NU di Sumenep,” kata Bupati Sumenep.

“Kehadiran PBNU dan para ulama karismatik di Pendopo Keraton Sumenep hari ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar dia, lebih lanjut. (*)

FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam, menjadi ruang pertemuan budaya sejumlah kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta perwakilan kerajaan dan kesultanan Nusantara tampil dalam satu panggung. Mereka mengikuti defile dengan diiringi para dayang yang mengenakan busana adat Keraton Sumenep.

FOTO: Abd. Rahman, kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. (Ist/wartazone.com)
Pendidikan

Abd. Rahman, M.Pd. kembali dipercaya memimpin Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Kabupaten Sumenep untuk periode 2026-2030. Rahman ditetapkan sebagai ketua umum melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) KPP Sumenep. Mubes KPP Sumenep berlangsung selama dua hari, 12-13 September 2026, di HK Resto, Jalan Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.