SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengintensifkan upaya penanganan dampak kemarau panjang yang melanda 24 kabupaten/kota. Sejumlah langkah dilakukan secara bersamaan, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengeboran sumur, hingga penyaluran air bersih bagi masyarakat terdampak.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sejak 3 September 2026 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang mengalami kekeringan.
“Memang kemarau panjang ini sudah diprediksi dan BMKG sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi ikhtiar kita sudah maksimal. Saya menyebut maksimal karena sejak tanggal 3 September lalu kita sudah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep. Rabu (14 Oktober 2026).
Khofifah menjelaskan, pelaksanaan OMC menyesuaikan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terhadap keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Ketika BMKG menyampaikan ada awan yang bergerak, itu langsung kita ikuti, langsung ditebar garam. Dan sudah menjadi hujan ringan sampai sedang,” katanya.
Selain modifikasi cuaca, pemerintah juga melakukan pengeboran di sejumlah titik untuk mencari sumber air baru. Langkah tersebut dilakukan karena dampak kemarau meluas ke berbagai daerah dengan kondisi sumber air yang berbeda-beda.
“Area yang terdampak ini kan luas, 24 kabupaten/kota. Dari 24 daerah ini, antisipasi mengebor sumur sudah dilakukan. Ada yang sukses dan ada yang belum sukses,” kata Khofifah.
Di sisi lain, distribusi air bersih terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Menurut Khofifah, penanganan kekeringan membutuhkan kombinasi langkah jangka pendek dan upaya mencari sumber air baru. Luasnya wilayah terdampak membuat penanganan tidak cukup hanya mengandalkan satu metode.
“Jadi ikhtiar itu, betapa ingin saya sampaikan, kita sudah melakukan bersama-sama. Semua sudah kita lakukan,” tegasnya.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengurangi dampak kemarau panjang. Pemantauan kondisi cuaca serta pemenuhan kebutuhan air masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam penanganan di wilayah terdampak. ***














