Inovasi Call Center 112, Cara Pemkab Sumenep Hadir Tangani Masalah Kedaruratan

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Foto: Ruang operator Call Center 112 di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep. (Panji Agira/wartazone.com)

Foto: Ruang operator Call Center 112 di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep. (Panji Agira/wartazone.com)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021, menjadi saksi lahirnya inovasi luar biasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, terobosan tersebut berupa layanan kegawatdaruratan berupa Call Center 112.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep Indra Wahyudi menyampaikan, sejak diresmikan tahun 2021, keberadaan Call Center 112 terus mengalami penyempurnaan sistem, hal itu bertujuan untuk memberikan pelayanan yang cepat dan prima dalam menangani berbagai permasalahan kedaruratan di masyarakat.

“Saat ini sistem kami sudah terintegrasi. Ketika ada laporan kedaruratan, Kepala Dinas, Kabid hingga operator akan langsung menerima notifikasi. Setelah laporan dari masyarakat diyakini kebenarannya, sistem langsung menyambungkan ke instansi terkait,” tuturnya, ditemui di ruang kerjanya. Kamis (16 Mei 2024).

Umpama laporan berkenaan dengan kebakaran, sistem akan langsung mengintruksikan tim Damkar. Jika damkar butuh air, maka PDAM secepat kilat juga akan merespon.

Baca Juga:  Resmikan Gedung Megah Labkesda, Ini Tiga Pesan Penting Bupati Sumenep

“Jadi sistem di Call Center 112 itu sudah terintegrasi, dalam hitungan menit tim siap terjun ke lapangan,” tegasnya.

Setelah kerja tim di lapangan tuntas, laporannya pun juga sudah melalui sistem, ada dokumentasi yang dikirim ke operator untuk memantau penanganan atas aduan masyarakat.

Bahkan hasil kerja tim di lapangan, lanjut Indra, masyarakat yang melaporkan peristiwa kedaruratan bisa memberikan penilaian langsung ke sistem, perihal penanganan hingga kepuasan pelayanan yang diberikan.

“Satu-satunya layanan publik yang langsung menerima penilaian masyarakat ya Call Center 112 ini,” imbuhnya.

Aduan yang membutuhkan kecepatan penanganan sejauh ini ada dua, meliputi laporan peristiwa kebakaran dan permintaan ambulan jika ada kecelakaan, tim hanya memiliki waktu maksimal 5 menit untuk menuntaskan aduan.

“Kami tim Call Center 112 itu kerjanya 24 jam, misal ada permintaan ambulan jam 2 malam, ya kami langsung respon karena sudah ada petugas yang stand bye, maksimal 5 menit harus sudah tuntas. Dan itu gratis,” bebernya.

Baca Juga:  Vaksinasi Covid-19 di Dasuk Sumenep Tembus 80 Persen, Warga Dapat Hadiah Ayam dan Kambing

Bahkan layanan Call Center 112 ini sudah mendapatkan penghargaan sebagai layanan terbaik se Indonesia, ini menjadi bukti nyata kepedulian Bupati Sumenep untuk merespon secara cepat peristiwa di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, keberadaan Call Center 112 sudah terbukti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena tim langsung turun ke lokasi setiap ada laporan kegawatdaruratan.

“Tim bekerja dengan cepat, sehingga layanan selalu bergerak cepat untuk menindak lanjuti setiap laporan masyarakat,” kata Bupati.

Setiap hari, dirinya senantiasa memantau Call Center 112 untuk mengetahui kejadian kegawatdaruratan atas laporan masyarakat.

Baca Juga:  KKN 01 Banaresep Sumenep Sulap Rempah-Rempah Jadi 'Nona Wangi'

Sehingga, meskipun tidak turun langsung ke lokasi kejadian, namun kebijakan melayani masyarakat telah terwujud dengan kehadiran tim call center di masyarakat.

“Walaupun saya tidak berada di lokasi kejadian, setidaknya kebijakan pemerintah untuk melayani masyarakat sudah terealisasi di tingkat bawah guna membantu masyarakat,” tutur Bupati.

Ia juga menegaskan, masyarakat bisa memanfaatkan Call Center 112 untuk melaporkan peristiwa kegawatdaruratan di daerahnya kapan saja. Karena sejak peluncuran yang bertepatan peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 RI, Call Center 112 sudah melayani selama 24 jam.

“Berdasarkan data, masyarakat sangat merespon positif keberadaan Call Center 112 ini dengan melaporkan setiap kegawatdaruratan di lingkungannya,” pungkas politisi muda PDI Perjuangan itu. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment