Seluruh Kecamatan di Jember Berstatus Zona Merah

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Caption: Data pantauan sebaran Covid-19, sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, Selasa 20 Juli 2021.

Caption: Data pantauan sebaran Covid-19, sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, Selasa 20 Juli 2021.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Dari data pantauan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember yang dipaparkan melalui peta sebaran, Selasa 20 Juli 2021 kemarin. Sebabnya 31 kecamatan di Jember berstatus zona merah.

Data tersebut, diketahui dari akun media sosial (Medsos) Instagram Resmi Pemerintah Kabupaten Jember @pemkabjember.

Berdasarkan data paparan tersebut, untuk kasus terkonfirmasi baru tercatat sebanyak 158 orang, diikuti pasien sembuh 66 orang. Kemudian meninggal baru 29 orang.

Dalam data rilis Tim Satgas Penanganan Covid-19 Jember, total akumulasi 9.668 terkonfirmasi positif Covid-19, dengan 1300 kasus aktif.

Kemudian pasien sembuh akumulasi total 7.648 orang dan meninggal 720 orang. Kasus suspek yang saat ini diawasi Dinkes jember ada 79 orang.

Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Habib Salim memberikan jawaban singkat.

“Jatim sudah hampir merah semua itu mas,” tulis Habib melalui pesan WhatsApp dan melampirkan foto data sebaran Covid-19 se Jawa Timur, Rabu (21/7/2021).

Diberitakan sebelumnya, Bupati Jember, Hendy Siswanto, menegaskan, pihaknya terus berupaya memperketat penerapan PPKM Darurat di Jember. Supaya bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Upaya kita sekarang lebih memperketat lagi apa yang harus kita tutup, harus disiplin dan patuh,” ucap Hendy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (14/7/2021) lalu.

Pihaknya selalu menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati peraturan yang ada.

“Mari kita patuhi aturan dari Mendagri sampai tanggal 20 Juli. Memang ini pilihan tidak enak, tapi gimana lagi peraturan PPKM Darurat. Ya darurat beneran. Mudah-mudahan tidak diperpanjang lagi,” ujarnya dengan nada resah.

Terkait langkah Pemkab Jember untuk mematikan Penerangan Jalan Umum (PJU), sudah tepat. Sehingga tidak terjadi kerumunan atau membatasi mobilisasi masyarakat.

“Kalau PJU kita matikan seluruh Kabupaten Jember, masyarakat akan semakin marah lagi. Padahal hanya di pusat kota yang dimatikan,” katanya.

“PJU dimatikan saja Jember sudah menjadi zona merah, apalagi tidak dimatikan. Tambah menimbulkan kerumunan nantinya,” sambungnya.

Hendy juga menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat Jember untuk selalu taat prokes.

“Kita harus sama-sama disiplin, saya pun juga harus disiplin. Tanggungjawab bersama dan virus Covid-19 tidak nampak bentuknya, maka dari itu selalu kita himbau untuk menerapkan 5 M,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment