Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EkonomiPemerintahan

Bupati Sumenep Launching Koperasi Merah Putih, Targetkan Ekonomi Desa Tumbuh Berkelanjutan

×

Bupati Sumenep Launching Koperasi Merah Putih, Targetkan Ekonomi Desa Tumbuh Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat peluncuran Koperasi Desa Merah Putih dalam Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati, Senin (14/7/2025).
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat peluncuran Koperasi Desa Merah Putih dalam Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati, Senin (14/7/2025).
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berhasil merampungkan pembentukan 334 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Seluruh koperasi tersebut kini telah resmi berbadan hukum sebagai bagian dari program nasional penguatan ekonomi desa berbasis gotong royong.

Penyelesaian Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk pembentukan koperasi ini menandai langkah strategis Pemkab Sumenep dalam mendukung visi pemerintah pusat melalui Program Koperasi Merah Putih. Program ini bertujuan memperkuat struktur ekonomi desa yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Example 300x600

“Pemerintah desa dan kelurahan yang membentuk koperasi ini bukan hanya pencapaian administratif, tetapi bagian fondasi untuk pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat peluncuran resmi Koperasi Desa Merah Putih dalam Apel Gabungan di Halaman Kantor Bupati, Senin (14/7/2025).

Menurut orang nomor satu di Sumenep ini, keberadaan koperasi tidak hanya menjadi instrumen kelembagaan desa, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Dengan koperasi, aktivitas produksi dan distribusi bisa dilakukan secara lebih efisien dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

“Melalui Koperasi Merah Putih menghadirkan ekonomi desa yang efisien dan berbasis gotong royong, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Sumenep kini menjadi salah satu daerah yang sepenuhnya mendukung gerakan Koperasi Merah Putih, yang secara nasional ditargetkan mencapai 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia.

Bupati Fauzi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mendukung dan mengembangkan koperasi yang telah dibentuk.

“Seluruh lapisan masyarakat dengan gotong royong, kolaborasi, dan partisipasi aktif, diharapkan koperasi tumbuh kuat, untuk membangun ekonomi desa yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sumenep juga memperingati Hari Koperasi ke-78. Rangkaian kegiatan peringatan ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol peluncuran koperasi, pemberian penghargaan kepada koperasi berprestasi dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat dan Sisa Hasil Usaha (SHU) tertinggi, serta acara syukuran dan pemotongan tumpeng.

Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa Sumenep terus berkomitmen membangun kemandirian ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi yang inklusif dan partisipatif. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Kemegahan panggung Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) malam.
Budaya

Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak sekadar menghadirkan parade busana dan pertunjukan budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menjadikan gelaran tersebut sebagai salah satu ruang untuk mempromosikan kekayaan budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. MEC 2026 digelar di kawasan Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam, dengan mengangkat tema Keraton Sumenep. Sejumlah unsur sejarah dan kebudayaan keraton ditampilkan melalui kostum, parade, hingga pertunjukan seni.

FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: Hasil kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, saat tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). (Panji Agira/wartazone.com)
Ekonomi

Produk kerajinan dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mendapat kesempatan tampil dalam pameran produk UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026). Produk tersebut merupakan hasil karya UMKM Kerajinan Santigi, salah satu mitra binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang selama ini mendapat pendampingan dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga pemasaran.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.