Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bisnis

BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Kolaborasi Hadirkan Layanan Digital Syariah Terpadu

×

BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Kolaborasi Hadirkan Layanan Digital Syariah Terpadu

Sebarkan artikel ini
FOTO: Bank Perekomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Muamalat Indonesia sebagai upaya memperkuat sistem layanan keuangan berbasis teknologi.
FOTO: Bank Perekomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Muamalat Indonesia sebagai upaya memperkuat sistem layanan keuangan berbasis teknologi.
Example 468x60

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Langkah transformasi digital di sektor perbankan syariah daerah semakin nyata. Bank Perekomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Muamalat Indonesia sebagai upaya memperkuat sistem layanan keuangan berbasis teknologi.

Penandatanganan kerja sama yang digelar bersamaan dengan kegiatan Bazar UMKM dan Pasar Murah pada Rabu (22/10/2025) itu menandai babak baru bagi BPRS Bhakti Sumekar dalam mewujudkan inklusi keuangan syariah di wilayah Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.

Example 300x600

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut melahirkan dua inovasi utama: QRIS Virtual Account (VA) dan Debit Co-Branding Visa.

“Kolaborasi ini menghadirkan dua terobosan besar — QRIS Virtual Account dan Debit Co-Branding Visa. Kami berharap langkah ini menjadi yang pertama diimplementasikan oleh BPRS di Indonesia,” ujar Hairil Fajar.

Ia menjelaskan, melalui QRIS Virtual Account, nasabah dapat melakukan transaksi real-time dari berbagai platform pembayaran seperti GoPay, LinkAja, maupun bank lain tanpa perlu membuka rekening baru di Bank Muamalat.

Sementara Debit Co-Branding Visa akan mempermudah nasabah BPRS Bhakti Sumekar bertransaksi secara nasional maupun internasional tanpa terbatas oleh jaringan ATM internal.

“Ini langkah strategis agar layanan perbankan syariah semakin inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan Sumenep,” tambahnya.

Fajar juga mengungkapkan, pihaknya tengah menunggu hasil uji perizinan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Kategori 1 dari Bank Indonesia, yang akan memperkuat posisi BPRS Bhakti Sumekar sebagai lembaga keuangan syariah dengan layanan digital terintegrasi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah progresif tersebut. Ia menilai digitalisasi perbankan syariah merupakan bagian penting dari upaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

“Transformasi digital adalah keharusan. Inisiatif seperti yang dilakukan BPRS Bhakti Sumekar ini selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam memperluas inklusi keuangan dan efisiensi layanan publik,” kata Bupati Fauzi.

Dengan kolaborasi ini, BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya memperkuat posisinya sebagai bank daerah berbasis syariah, tetapi juga menjadi contoh bagaimana lembaga keuangan lokal dapat berinovasi menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah. (*)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperkenalkan di Yogyakarta, bertempat di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026. (Panji Agira/wartazone.com)
Bisnis

Produk UMKM masyarakat Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang untuk diperkenalkan lebih luas dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas-KKKS Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Produk UMKM binaan SKK Migas dan Medco Energi tersebut dipamerkan di Hotel Tentrem Yogyakarta pada 15-17 September 2026, bersamaan dengan pelaksanaan Lokakarya Media 2026.

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.