Jembatan Alternatif Sukowiryo Ditata Humanis, Pemkab Bondowoso Siapkan Jalur Khusus Pejalan Kaki

0 Komentar
Reporter : Slamet Wahyudi
FOTO: Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, saat mengecek pembangunan akses jalan di kawasan Jembatan Alternatif Sukowiryo. (Ist/wartazone.com)

FOTO: Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, saat mengecek pembangunan akses jalan di kawasan Jembatan Alternatif Sukowiryo. (Ist/wartazone.com)

BONDOWOSO, (WARTA ZONE) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik melalui pembangunan akses jalan di kawasan Jembatan Alternatif Sukowiryo. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang aman dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, menyatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan warga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan proyek di tengah berbagai keterbatasan.

“Pembangunan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga wujud harapan masyarakat terhadap akses yang lebih baik. Partisipasi warga menjadi energi besar bagi kami,” ujarnya saat meninjau lokasi, Selasa (21/4/2026).

Ke depan, kawasan Jembatan Alternatif Sukowiryo akan ditata dengan pendekatan yang lebih humanis. Pemerintah daerah berencana menambahkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti tempat duduk dan area istirahat, guna menciptakan ruang publik yang nyaman dan memiliki nilai sosial.

Selain itu, jalur akses tersebut akan difungsikan khusus bagi pejalan kaki. Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketahanan infrastruktur sekaligus memastikan kenyamanan pengguna dalam jangka panjang.

“Ke depan akan diarahkan sebagai jalur pedestrian. Ini penting agar fasilitas tetap awet dan nyaman digunakan masyarakat,” tegasnya.

Pembangunan akses jalan ini ditargetkan rampung pada November 2026. Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

As’ad juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mematuhi fungsi jalur tersebut. Dengan kedisiplinan bersama, ia berharap keberadaan akses ini tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga ruang publik yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Ketika difungsikan penuh untuk pejalan kaki, mari kita jaga bersama. Ini milik kita bersama, untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment