Wabup Sumenep Tekankan Olahraga sebagai Pendidikan Karakter di Hardiknas Cup 2026

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim saat membuka turnamen bulutangkis dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, di GOR Badminton Sumekar, Jumat (24/4/2026).

FOTO: Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim saat membuka turnamen bulutangkis dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, di GOR Badminton Sumekar, Jumat (24/4/2026).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Turnamen bulutangkis dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Sumenep dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda, bukan sekadar ajang kompetisi olahraga.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan, kegiatan Hardiknas Sumenep Cup 2026 harus dimaknai sebagai bagian dari proses pendidikan yang utuh, di mana olahraga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian peserta.

“Ajang seperti ini tidak boleh dipahami hanya sebagai pertandingan untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, ini adalah proses pembelajaran untuk melatih disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab generasi muda,” ujarnya saat membuka kegiatan di GOR Badminton Sumekar, Jumat (24/4/2026).

Ia menilai, penguatan karakter melalui kegiatan nonakademik seperti olahraga menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, generasi yang unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual.

“Pendidikan harus berjalan seimbang. Anak-anak kita perlu dibentuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan fisik yang sehat,” kata Imam Hasyim.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga agar pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

“Momentum Hardiknas seharusnya menjadi penguat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membina potensi anak-anak, baik di bidang akademik maupun olahraga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh Ihsan, menyampaikan bahwa turnamen ini diikuti oleh 285 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga tenaga pendidik.

“Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA/SMK, termasuk guru dan kategori umum. Kami membuka banyak kelas pertandingan agar semua memiliki ruang untuk berkompetisi secara sehat,” ungkapnya.

Kejuaraan yang berlangsung pada 24–27 April 2026 tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan budaya positif di lingkungan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai kegiatan semacam ini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment