Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahPeristiwa

Sungai Bedadung Jember Penuh dengan Sampah

×

Sungai Bedadung Jember Penuh dengan Sampah

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi sampah numpuk dan ngambang di Sungai Bedadung, Jember.
Foto: Kondisi sampah numpuk dan ngambang di Sungai Bedadung, Jember.
Example 468x60

JEMBER, (WARTA ZONE) — Warga Perumahan Villa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluh lantaran sampah di Sungai Bedadung kian menumpuk.

Tak hanya itu, akibat tumpukan sampah di sungai tersebut, membuat aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat terkadang ikut keruh. Sebab, banyak sampah plastik yang mulai menimbun.

Example 300x600

“Karena kondisi sampah numpuk dan ngambang di sungai Bedadung ini, sejak lama terjadi. Malahan alat filter atau penjernihan milik PDAM yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya ini, terdampak dan sering rusak. Karena sampah itu menutup saluran air,” keluh Bambang, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (14/10/2020).

“Seandainya semua peduli dengan lingkungan, khususnya aliran sungai ini tentu tidak akan ada persoalan seperti ini,” imbuhnya.

Diakui Bambang, petugas PDAM sering kali mengecek kondisi alat penjernihan air miliknya. Namun, sampah itu masih terus menumpuk, sehingga mempengaruhi terhadap pasokan air dari PDAM ke rumahnya.

“Mungkin menurut saya, ada koordinasi bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk peduli dengan lingkungan, khususnya di aliran sungai. Mau dibersihkan berapa kali pun akan tetap sama kalau kondisinya kayak gitu,” sarannya.

Bambang pun mengakui, Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Sumber Daya Air memberikan bantuan eskavator untuk mengeruk sampah tidak sampai terjadi banjir karena dangkalnya aliran sungai.

“Tapi kembali lagi perlu kesadaran masyarakat. Apalagi sampah-sampah ini dari aliran sungai bedadung dan sungai Jompo, yang kemudian bertemu di hilir ini dan lanjut ke arah laut. Tapi kepedulian sampah persoalan bersama,” ulasnya.

“Saya berharap, tidak hanya sosialisasi, tapi tindakan hukum atau tindakan tegas perlu. Agar aliran sungai ini bersih, dan tidak membuat air yang ada kotor atau keruh,” imbuhnya.

Menyikapi hal ini, Kepala PDAM Jember Ady Setiawan mengakui sudah melakukan perawatan yang baik terhadap aliran Sungai Bedadung.

“Kita bahkan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi untuk melakukan pengerukan dasar sungai itu. Agar tidak menyebabkan banjir dikemudian hari,” katanya.

Bahkan diakui Ady, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ataupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) setempat juga sudah dijalin.

“Sosialisasi sering kita lakukan, imbauan hingga pemasangan papan tulisan agar tidak buang sampah di sungai juga terpasang. Tapi memang kesadaran masyarakat yang kurang,” tegasnya.

Kondisi yang dialami Bambang di lingkungan perumahannya, kata Adi, juga dirasakan oleh masyarakat Jember lainnya, khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai Bedadung.

“Kita terus mencari pemecahan masalah yang tepat. Tapi bagaimanapun, kembali lagi dari kesadaran bersama,” ucapnya.

“Jika dimungkinkan nanti ada lokasi pembuangan sampah yang tepat. Kalau perlu nanti dari CSR kita,” tandasnya. (ark/jie)

Example 300250
Example 120x600
FOTO: Doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. (Ist/wartazone.com)
Nasional

Harapan agar lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah pencarian yang memasuki hari keempat.

FOTO: Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027, digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Daerah

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep mulai mematangkan strategi untuk memperkuat perusahaan pers anggotanya. Salah satu agenda yang mendapat perhatian utama adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep periode 2026-2027 yang digelar di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).