Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Ekonomi

Nisfu Sya’ban Jadi Momentum Edukasi, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Masyarakat Kelola Keuangan Lebih Sehat

×

Nisfu Sya’ban Jadi Momentum Edukasi, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Masyarakat Kelola Keuangan Lebih Sehat

Sebarkan artikel ini
Foto: Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar. (Dok. Istimewa)

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Menjelang bulan suci Ramadhan, Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Perseroda memanfaatkan momentum Nisfu Sya’ban sebagai sarana memperkuat edukasi dan kesadaran finansial masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sederhana berbagi apresiasi kepada nasabah, Selasa (03/02/2026).

Apresiasi diberikan kepada pengunjung pertama yang datang ke kantor PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda. Langkah ini dimaknai sebagai simbol ajakan agar masyarakat mulai menata pengelolaan keuangan secara lebih bijak, terutama menghadapi periode Ramadhan yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan sosial BPRS Bhakti Sumekar dalam merespons dinamika ekonomi masyarakat. Selain bernilai simbolik, momentum ini juga digunakan untuk menanamkan kesadaran bahwa kesiapan finansial merupakan aspek penting dalam menyambut bulan ibadah.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda, Hairil Fajar, menegaskan bahwa Nisfu Sya’ban memiliki makna reflektif yang luas, tidak terbatas pada dimensi spiritual semata. Menurutnya, momen tersebut relevan untuk melakukan evaluasi cara hidup, termasuk dalam mengelola keuangan di tengah tantangan ekonomi.

Ia menyampaikan bahwa bank syariah memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memberikan layanan keuangan, tetapi juga mendampingi masyarakat melalui edukasi yang berbasis nilai. Pendekatan yang humanis dinilai penting agar pesan literasi keuangan lebih mudah diterima.

Hairil Fajar juga menyoroti fenomena Ramadhan yang kerap disertai perilaku konsumtif berlebihan. Padahal, kata dia, esensi puasa justru mengajarkan pengendalian diri, termasuk dalam mengatur pengeluaran agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi baru.

Melalui kegiatan ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap literasi finansial dapat dipahami secara lebih kontekstual, sebagai bagian dari sikap amanah dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran keuangan tidak berhenti pada kemampuan menghitung, tetapi pada pemahaman nilai dan komitmen untuk hidup lebih seimbang,” pungkasnya. (*)

FOTO: BPRS Bhakti Sumekar terus mendorong pedagang, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, untuk aktif meningkatkan ekonomi dalam berbagai kegiatan di Kabupaten Sumenep. (Ist/wartazone.com)
Bisnis

Keramaian dalam berbagai kegiatan masyarakat di Kabupaten Sumenep tak hanya menghadirkan hiburan maupun ruang berkumpul. Di balik setiap kegiatan, terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan pedagang, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari momentum tersebut. Potensi inilah yang dinilai perlu terus dikembangkan agar kegiatan daerah memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

FOTO: PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bisnis

Upaya mendorong kebiasaan menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia sekolah kembali mendapat apresiasi. PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 melalui ajang Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2026.