Video Ibu Menangis Tersedu-sedu di Pinggir Sungai Jember, Cari Anaknya yang Hanyut Terbawa Arus

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri

Foto: Proses pencarian korban terbawa arus sungai Bondoyudo Jalan Dawuhan Etan, Kecamatan Jatiroto, Lumajang.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Video berdurasi 30 detik menggambarkan kondisi seorang perempuan sedang menangis tersedu-sedu di pinggir sungai. Belakangan diketahui perempuan itu bernama Marsiati warga Dusun Sariono, Desa Sarimulyo, Kecamatan Jombang, Jember.

Perempuan malang itu sedang menangis tersedu, karena anaknya bernama Fatoni (16). Menjadi korban laka air di aliran sungai Bondoyudo Jalan Dawuhan Etan, Kecamatan Jatiroto, Lumajang.

“Ya Allah sing nunggu kali iki, tolong ketokno anakku. Balikni anakku. Toni, Fatoni, le ngetok’o le. Anakku ageh le ngetok’o (ya Allah untuk penunggu sungai ini, tolong kembalikan anakku. Segera nak muncul ya),” ujar Marsiati dengan tangisannya yang menderu.

Baca Juga:  Sekujur Tubuh Banyak Ruam, Warga Jember Ini Tak Bisa Bekerja dan Dikucilkan Tetangga Rumah

Terkait pencarian korban yang merupakan santri dari Ponpes Bustanul Ulum Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang itu, saat ini memasuki hari ketiga.

Korban diketahui terbawa arus Sungai Bondoyudo, saat sedang mencuci karpet bersama dengan 4 orang temannya, Rabu (1/3) kemarin.

Saat ini sedang dilakukan proses pencarian terhadap korban dengan dibantu relawan dari Baret NasDem Jember, Basarnas Jember, BPBD Lumajang, anggota Polsek dan Koramil Jatiroto, potensi SAR, relawan, serta warga sekitar.

“Saat kejadian, korban itu sedang mencuci karpet di sungai bersama 4 orang temannya. Sekitar pukul 12 siang. Korban bersama teman-temannya tidak bilang ke pengasuh pondok, langsung berangkat ke sungai,” kata Ketua Baret Rescue NasDem Jember David Handoko Seto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (3/3/2023).

Baca Juga:  Sejumlah Badut Hibur Anak-Anak Korban Kebakaran di Jember, Bentuk Penanganan Trauma Healing

Saat mencuci karpet, kata David, korban bersama dengan 4 orang temannya sekalian mandi dan berenang di sungai.

“Korban diduga tidak bisa berenang dan hanyut terbawa arus Sungai Bondoyudo. Selanjutnya langsung dilakukan pencarian terhadap korban sampai sekarang,” katanya.

Terkait proses pencarian korban, pada hari ketiga ini, dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Bondoyudo.

“Pencarian dilakukan ke arah selatan atau hilir, sejauh kurang lebih 3 Km dari lokasi TKM (Tempat Kejadian Musibah). Memakai perahu karet,” kata Anggota Baret Rescue NasDem Jember Mochammad Fahim, menambahkan.

Baca Juga:  Cara Polres Jember dan Pemkab Jaga Kondusivitas Antar Pesilat

Sementara itu menurut Danru Tim Pencari Basarnas Jember Mika, untuk proses pencarian sampai hari ketiga ini masih belum ada hasil.

Namun demikian, pihaknya bersama anggota dan relawan masih terus menyisir aliran sungai. “Proses pencarian masih terus dilakukan, lebih lanjut nanti kami kabari lagi,” ujarnya singkat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment