SUMENEP, (WARTA ZONE) – Korps PMII Putri (Kopri) Pengurus Cabang PMII Sumenep resmi membuka Sekolah Kader Kopri (SKK) V di Lantai 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Kamis (6/8/2026). Kegiatan kaderisasi ini menjadi langkah strategis untuk mencetak kader perempuan yang berkapasitas, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pembukaan SKK V dihadiri Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur, anggota Komisi VIII DPR RI, jajaran pengurus PMII, serta puluhan peserta yang akan mengikuti rangkaian proses kaderisasi.
Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur, Khalisatul Hasanah, menyampaikan, kaderisasi Kopri tidak hanya bertujuan memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga harus melahirkan kader yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.
Ia berharap kader Kopri mengambil peran nyata dalam menangani persoalan pelecehan seksual dan stunting, yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumenep.
“Kader Kopri harus memiliki keberanian untuk hadir di tengah masyarakat, membaca realitas sosial, serta memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menilai Kopri harus hadir sebagai jawaban atas keresahan masyarakat terhadap meningkatnya kasus pelecehan seksual serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, kader Kopri perlu membangun gerakan yang responsif dan berkelanjutan melalui berbagai pendekatan, mulai dari advokasi, audiensi, edukasi, hingga aksi sosial yang berpihak kepada korban dan kelompok rentan.
Ia juga mengajak seluruh kader agar tidak berhenti pada pemahaman teori semata, melainkan aktif mengawal kebijakan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat sebagai wujud nyata pengabdian organisasi.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kopri PC PMII Sumenep, Yuliana Putri, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengawal isu-isu perempuan dan anak sebagai bagian dari tanggung jawab moral kader PMII.
Kopri PC PMII Sumenep berkomitmen bahwa Kopri Sumenep pada umumnya, dan khususnya seluruh peserta Sekolah Kader Kopri V, akan terus mengawal isu-isu pelecehan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta persoalan sosial lainnya.
“Kami ingin menghadirkan gerakan yang mampu mendorong terwujudnya Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang aman, nyaman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan SKK V, Kopri PC PMII Sumenep berharap lahir kader-kader perempuan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Para kader diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan sosial, memperkuat gerakan advokasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, anak, dan masyarakat secara luas.
Sekolah Kader Kopri V menjadi bukti bahwa kaderisasi bukan sekadar proses penguatan organisasi, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan perspektif gender, dan peneguhan komitmen untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam mewujudkan keadilan, kesetaraan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. (*)














