Sumenep Ekspor Daun Kelor ke China, Bupati Achmad Fauzi: Bukti Bangkitnya Ekonomi Pascapandemi

0 Komentar
Reporter : Panji Agira
Sumenep Ekspor Daun Kelor ke China, Bupati Achmad Fauzi_ Bukti Bangkitnya Ekonomi Pascapandemi

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi, mengecek daun kelor saat pelepasan perdana ekspor ke China.

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi ekspor komoditas pertanian jenis daun kelor yang pemasarannya mulai merambah luar negeri.

Seperti diketahui, PT Sumekar Bangun Persada Batang-Batang Daya yang memproduksi komoditas pertanian itu mengekspornya langsung ke China.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengungkapkan, pemerintah daerah terus komitmen memberikan dukungan para pelaku UMKM untuk mengekspor komoditasnya keluar negeri, demi mendorong peningkatan ekonomi.

“Ini bukti awal kebangkitan ekonomi pascapandemi, kami akan terus mendorong demi bangkitnya perekonomian,” terangnya, disela pelepasan perdana ekspor daun kelor ke China, di Batang-Batang Laok. Selasa, 7 Juni 2022.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Apresiasi Jelajah Literasi Keuangan BPRS Bhakti Sumekar Bersama 50 Penulis

Selain itu, pihaknya berpesan kepada para pelaku UMKM untuk menjaga kualitas, agar pemasarannya semakin berkembang.

“Kami minta para pelaku UMKM untuk menjaga serta meningkatkan kualitas produksinya supaya pemasaran berkembang di negara-negara lainnya,” ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menyarankan, ekspor komoditas apapun sebaiknya merupakan produk turunan dan bukan bahan mentah, agar mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.

“Itu dilakukan agar bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para petani dan masyarakat,” jelas suami Nia Kurnia ini.

Baca Juga:  PLN Serahkan Bantuan Sambung Listrik Gratis, Bupati Sumenep: Untuk Membantu Keluarga Kurang Mampu

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop, UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menerangkan, PT Sumekar Bangun Persada mengekspor komoditas daun kelor dengan kontrak 200 ton selama 1 tahun.

Ekspor daun kelor 200 ton dengan perusahaan di Jakarta dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama sebanyak 22 ton, tahap kedua sebanyak 66 ton dan tahap berikutnya sebanyak 100 ton.

“Sedangkan sisa ekspor daun kelor, akan diselesaikan pada 2023 mendatang sesuai dengan kontraknya,” terang Inung, sapaan akrab Chainur Rasyid, kepada sejumlah media. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment