Buka Musrenbang RKPD di Kecamatan Botomuzoi, Wabup Nias Ungkap Indikator Prioritas Pembangunan

0 Komentar
Reporter : Widia Natalia Daeli

Foto: Wakil Bupati Nias, Arota Lase saat menyampaikan arahan pada Musrenbang RKPD di Kecamatan Botomuzoi.

NIAS, (WARTA ZONE) – Bertempat di Aula Orahua Kecamatan Botomuzoi, Wakil Bupati Nias membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Nias dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2025, Senin (8/1/2024).

Dikesempatan tersebut, Wakil Bupati Nias Arota Lase mengatakan bahwa Musrenbang RKPD dilakukan dengan tujuan membahas, menyepakati serta merumuskan permasalahan dan prioritas pembangunan daerah.

“Musrenbang pada hari ini sebagai media penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan kegiatan prioritas Pemerintah Desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di kecamatan,” jelas Arota.

Baca Juga:  Pengurus Tim TP. PKK Kecamatan Nias Dilantik, Berikut Daftarnya

Menurutnya, perencanaan pembangunan daerah Tahun 2025 difokuskan pada pencapaian target Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD) tahun ke 4 dalam periodesasi RPJMD Kabupaten Nias Tahun 2021-2026.

“Yang menjadi fokus pembangunan adalah pengembangan kewirausahaan dan stabilisasi ekonomi kerakyatan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Arota.

“Pembangunan ekonomi harus berbasis kerakyatan dan potensi unggulan daerah meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata yang didukung oleh pemberdayaan koperasi dan UMKM,” sambungnya.

Masih di kegiatan yang sama, Camat Botomuzoi, Sentosa Waruwu dalam pemaparannya mengungkapkan jika usulan yang diajukan oleh 18 desa di Kecamatan Botomuzoi sebanyak 111 usulan.

Baca Juga:  Hadiri Gotong Royong di Kecamatan Botomuzoi, Wakil Bupati Nias Gelorakan Semangat Kebersamaan

“Jumlah usulan dari 18 desa se-Kecamatan Botomuzoi terdapat 111 usulan, namun setelah diverifikasi oleh Bappedalitbang tinggal 104 usulan. Hal ini mengacu dari indikator bidang infrastruktur, sosial ekonomi dan sosial budaya,” ungkap Sentosa. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment