Di Penghujung Ramadan, TP-PKK Desa Banmaleng Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

0 Komentar
Reporter : Zainal Arifin
Foto: TP-PKK Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, saat menyalurkan santunan kepada 58 anak yatim, Minggu (9/5/2021).

Foto: TP-PKK Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, saat menyalurkan santunan kepada 58 anak yatim, Minggu (9/5/2021).

SUMENEP, (WARTA ZONE) – Di penghujung bulan suci Ramadan 1442 H, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada 58 anak yatim, Minggu (9/5/2021).

Santunan diberikan secara langsung oleh Ketua TP-PKK kepada anak yatim Desa Banmaleng, bertempat di kediaman Kepala Desa.

Usai menyalurkan santunan, ketua TP-PKK Desa Banmaleng, Sumarwa menuturkan, pemberian santunan kepada anak yatim dalam rangka melaksanakan program kerja dan mengisi kegiatan pada bulan Ramadan 1442 Hijriah. Santunan diberikan kepada anak yatim se-Desa Banmaleng yang tersebar di empat Dusun.

Baca Juga:  Tempat Lokalisasi di Saronggi Sumenep Diobrak-Abrik Polisi, Dua PSK asal Jember Diamankan

“Total ada 58 anak yatim. Santunan yang diberikan berupa beras 3 kg, kue, dan uang, sumber dana kami peroleh dari Kepala desa, Anggota PKK, Perangkat desa, serta BPD,” ungkap Sumarwa, istri Kades Ramli ini.

Sementara itu, Kepala Desa Banmaleng, Ramli saat berada di lokasi penyaluran santunan menyampaikan, ke depan kegiatan tersebut diharapkan dapat berkelanjutan, tidak hanya pada saat bulan Ramadan.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan juga diharapkan kepada anak yatim untuk tetap semangat menjalani ibadah puasa sampai selesai. Tetap rajin belajar dalam menuntut ilmu sehingga cita-citanya dapat tercapai,” imbuhnya.

Baca Juga:  Penandatanganan NPHD, Pemkab Sumenep Gelontorkan Dana Rp 94 Miliar Untuk Pemilu 2024

Ramli menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai ibadah di bulan suci ramadan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. “Sebenarnya dunia ini akan menjadi jauh lebih indah manakala apa yang kita budayakan di bulan ramadan ini, kita implementasikan di sepanjang tahun,” sebutnya.

Dilipatgandakan segala ibadah di bulan ini, lanjut Ramli, hendaknya benar-benar diisi dengan beragam aktivitas bermanfaat, baik yang sifatnya berbagi untuk sesama, maupun spiritual setiap individu.

“Maka yang spesial di bulan ramadan ini kita tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita menjadi manusia yang kadar kebaikan dan kemuliaannya berlipat ganda,” harapnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment