Tinjau Aspal Jalan, Bupati Jember Temukan Kesalahan Teori Proses Pengaspalan

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Tinjau Aspal Jalan, Bupati Jember Temukan Kesalahan Teori Proses Pengaspalan

Foto: Bupati Jember Hendy Siswanto beserta jajaran Forkopimda saat meninjau perbaikan pengaspalan di ruas jalan sekitar Desa Sukosari dan Desa Cumedak Kecamatan Ledokombo, Rabu (13/4/2022).

JEMBER, (WARTA ZONE) – Bupati Jember Hendy Siswanto, mendapati proses kerja pengaspalan jalan salah teori.

Hal itu diungkapkan disela kegiatan safari ramadhan saat meninjau pengaspalan di sekitar Desa Sukosari dan Desa Cumedak Kecamatan Ledokombo. Rabu, 13 April 2022.

Diketahui, pengaspalan jalan rusak tersebut panjangnya 20,2 km. Dengan menelan anggaran kurang lebih Rp 17,9 Miliar dari pengerjaan proyek Multiyears.

Sehingga, Bupati khawatir hasil pengaspalan jalan tersebut kurang maksimal.

“Untuk peninjauan aspal tadi, ada sedikit kesalahan teman-teman di lapangan. Teorinya salah itu, akhirnya nanti bisa rugi. Jadi tadi kotorannya bekas aspal, itu bekas pembersihan seharusnya langsung diangkut. Tapi mereka langsung di tumpuk di sebelah (pinggir jalan) menjadi berman (tumpukan material aspal, red),” ucap Bupati Hendy saat dikonfirmasi disela kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Ledokombo.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Bupati Jember Bersama Forkopimda Pantau Sejumlah Gereja

Dari peninjauan Bupati yang mempunyai latar belakang insinyur ini, pihak rekanan terancam di delete (diputus kerjasamanya). Jika hasil dan proses pengerjaan pengaspalan jalan tidak maksimal.

“Harusnya setelah jadi berman, diangkut dan dibersihkan tidak ditumpuk di pinggir jalan. Kan pakai alat (truk) berat. Kalau ditumpuk gitu, diaspal (ganti baru), dilewatin truk lagi. Kan kerja dan butuh biaya 2 kali lipat. Bahkan nantinya bisa rugi sendiri mereka,” ujarnya.

Sehingga, kata Bupati, pengerjaan aspal butuh pengawasan serta teknik yang benar. Oleh karena itu harus diawasi pengawas, konsultan, dan rekanan.

Baca Juga:  Gelar Upacara Hardiknas 2022, Bupati Jember Kenakan Baju Adat Madura

“Karena kalau tidak benar kerjanya bisa rugi sendiri (rekanan) itu. Terlebih biayanya 2 kali lipat,” beber Bupati.

Bupati juga mengkhawatirkan terkait tumpukan bekas material aspal itu, menyumbat saluran air di bahu jalan.

“Nah nanti airnya tidak mengalir ke saluran. Itu akan menjadi saluran panjang di sepanjang jalan. Itu (juga penyebab), yang mengakibatkan aspal cepat rusak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan terkait teknis dan pengawasannya harus selalu memonitoring.

“Kalau tidak kapabel (tidak cakap, tidak sanggup, red), harus kita delete itu. Dan tadi saya ingatkan, bahwa konsultan harus membawa dokumen dulu untuk mengevaluasi setiap hari,” tandasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment