Seniman Jember Berkumpul, Protes Reog Ponorogo Diklaim Negara Lain

0 Komentar
Reporter : Nur Imatus Safitri
Seniman Jember Berkumpul, Protes Reog Ponorogo Diklaim Negara Lain

Foto: Sejumlah seniman Boreg (Bolo reog) saat melakukan persiapan dan berdoa sebelum melakukan aksi pagelaran, Sabtu (16/4/2022) malam.

JEMBER, (WARTA ZONE) – Kurang lebih 50 seniman reog yang menamai dirinya Boreg (Bolo Reog) se Jember, menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten setempat, Sabtu (16/4/2022) malam.

Pasalnya, Boreg Jember tersebut menuntut pemerintah untuk segera mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai kebudayaan asli milik negara Indonesia ke Unesco.

Tak hanya berorasi dan meneriakkan yel-yel, para seniman itu juga menari reog dengan diiringi musik gamelan.

Koordinator lapangan Nuh Izwan Zunari menyampaikan, aksi dilakukan sebagai wujud kebersamaan dan kecintaan para pelaku seni di Kabupaten Jember terhadap reog.

“Ini sebenarnya adalah aksi solidaritas dari Boreg (Bolo Reog) se Jember. Mulai dari Jember bagian selatan, tengah dan utara bagian timur. Malam ini berkumpul semua di depan Pendopo Pemkab Jember untuk menggelar aksi,” ucap Koordinator Lapangan, Nuh Izwan Zunari saat dikonfirmasi wartawan.

Terkait aksi reog di depan pendopo itu, kata Korlap aksi, pagelaran tersebut sebagai panggilan atas diklaimnya negara tetangga, tepatnya Malaysia.

“Pada intinya kan selama ini seni reog diakui oleh negara tetangga (malaysia). Sehingga kami para seniman reog tidak terima dengan hal ini,” ungkapnya.

“Karena reog adalah banyak mengandung sejarah tradisional. Mulai dari cerita batoro katong, ageng mira, dan masih banyak lagi yang dari Ponorogo. “Bukan dari Malaysia,” serunya.

Pihaknya berharap, dengan adanya aksi reog itu para seniman meminta seni reog segera didaftarkan ke Unesco.

“Saya mewakili seniman reog se Indonesia, sekiranya untuk reog didaftarkan ke Unesco, supaya gol milik negara Indonesia. Supaya reog menjadi budaya asli Indonesia,” ujarnya.

“Karena reog merupakan kebudayaan luhur asli milik Indonesia yang harus diwariskan ke anak cucu kita kelak,” sambungnya.

Dari pantauan wartawan di lapangan, tampak antusiasme masyarakat menonton pertunjukan di depan pendopo Pemkab setempat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment